Pilkada

Bertemu Sekda Labura, Warga Desa Aek Pamienke Merinding

DR Berita
Poto: Darrenz

Sekda Labura M. Suib bertemu dengan warga yang kecewa dengan pelaksanan pilkades.

DRberita.com | Sebanyak 8 orang perwakilan warga Desa Aek Pamienke, Kecamatan Aek Natas, mengaku merinding saat bertemu dengan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Labuhanbatu Utara, H. M. Suib, MM.


Hal ini diakui Fahrur Roji, salah seorang perwakilan dari ratusan warga Desa Aek Pamienke yang melakukan aksi unjukrasa damai di halaman Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Labuhanbatu Utara yang kemudian dilanjutkan dengan aksi di halaman kantor Bupati Labura, Kamis 2 Juni 2022.


Aksi ini digelar karena massa menduga banyak kecurangan yang terjadi dalam pelaksanaan pemilihan kepala desa (pilkades) di desa mereka.

"Di kabupaten ini, bapak-bapak inilah orangtua kami, pimpinan kami. Melihat Bapak Sekda saja pun kami sudah merinding. Jadi tolonglah agar aspirasi kami ini ditampung dan diberi keputusan yang seadil-adilnya," ujarnya saat mereka diterima untuk berkomunikasi di Aula Ridho Yaman, Kantor Bupati Labura.

Di hadapan Sekda Labura, H. M. Suib, MM, dan Ketua Panitia Pemilihan Kepala Desa Tingkat Kabupaten, Marwan, SH, Fahrur Roji dan rekan-rekannya memaparkan sejumlah temuan dan kejanggalan dalam proses pilkades Desa Aek Pamienke.

BACA JUGA:
Dugaan Suap Ciputra ke DPRD Deliserdang Rp 10 Miliar Menguap ke Publik

Temuan itu antara lain adalah ditemukannya warga yang sudah meninggal dunia, namun masih terdaftar dalam daftar pemilih tetap (DPT), sedangkan di sisi lain, banyak warga yang tidak didaftarkan dalam DPT. Tak hanya itu, terdapat juga beberapa warga yang sebelumnya telah menerima undangan dari panitia, namun belakangan undangan itu kembali ditarik oleh panitia pilkades.


Selain masalah DPT, perwakilan warga ini juga menyampaikan temuan tentang adanya dugaan penggelembungan suara di TPS 01. Dijelaskan mereka, di TPS 01 terhitung hasil perolehan suara keseluruhan sebanyak 321 suara dengan suara batal 1 suara, padahal jumlah pemilih yang hadir sebanyak 319 orang, sehingga diyakini telah terjadi penggelembungan sebanyak 3 suara.


Di akhir pertemuan, perwakilan warga yang berkolaborasi dengan sejumlah mahasiswa ini meminta agar Bupati Labura, Hendri Yanto Sitorus, SE, MM, memberikan sanksi tegas terhadap pelanggaran Perda No .1 tahun 2022 tentang Pilkades. Bupati juga diminta untuk membatalkan hasil pilkades Desa Perkebunan Aek Pamienke, dan sejumlah tuntutan lainnya.

BACA JUGA:
Anita Lubis Optomis Ribuan Milenial Deliserdang Mampu Bersaing Bangun Negeri

Diketahui sebelumnya, hasil perolehan suara pilkades di Desa Perkebunan Aek Pamienke dimenangkan oleh Nanang calon kepala desa petahana dengan perolehan sebanyak 717 suara, mengalahkan rivalnya Sofian Sembiring yang meraih sebanyak 713 suara.

Penulis: Darrenz Nababan

Editor: Admin