Olahraga

145 Penggarap Serahkan Lahan Seluas 243 Hektare Untuk Pembangunan Sport Center

DR Berita
Istimewa

Kajatisu IBN Wiswantanu

DRberita.com | Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut) menyelamatkan aset milik Pemerintah Provinsi berupa tanah seluas 243 hektare dari 145 orang penggarap di lokasi Sport Center, Desa Sena, Batangkuis, Kabupaten Deliserdang.


Nilai aset yang diselamatkan sebesar Rp 152 miliar. Nilai itu dari total luas tanah yang diselamatkan 243 hektare, yang semula 300 hektare.



"Keberhasilan optimalisasi penyelamatan aset tanah milik Pemprovsu seluas 243 hektar, dari 300 hektar senilai Rp 152 miliar yang direncanakan akan dibangun lokasi Sport Center," ungkap Kajatisu IBN Wiswantanu dalam rapat koordinasi di Hotel Grand Cityhall Medan, Senin 27 September 2021.

BACA JUGA:
Soal Luas dan Titik Lahan HGU PTPN2 yang Dilepas, DPRD Deliserdang Undang CTS


Menurut IBN, penyelidikan yang sudah dilakukan Kejati Sumut tidak lain bertujuan untuk membantu Pemprovsu dalam mendorong percepatan pembangunan Sport Center, yang merupakan salah satu proyek strategis di Provinsi Sumatera Utara.


"Pembangunan Sport Center ini akan digunakan untuk PON 2024. Dimana Provinsi Sumatera sebagai tuan rumah PON ke XXI, serta membantu Pemerintah dalam hal ini PTPN2 untuk mengatasi permasalahan tanah dan penyelamatan aset-aset BUMN, yang cukup pelik di Sumatera Utara," katanya.


Terkait penggarap, papar IBN, para penggarap telah berjanji mencabut semua gugatan di pengadilan, dan telah juga mencabut semua upaya hukum baik kasasi di Mahkamah Agung.

BACA JUGA:
Komisi 3 DPRD Medan dan PD Pasar RDP Hari Minggu, Ada Apa?

Selanjutnya, Kasi Penkum Kejati Sumut Yos Arnold Tarigan menyampaikan penyelamatan aset tersebut dilakukan dengan membentuk tim penyelidik melalui Surat Perintah Operasi Intelijen tanggal 2 Juli 2021.

Dari hasil operasi diketahui tanah tersebut digarap oleh oknum-oknum masyarakat yang telah menguasai, dan memilikinya. Sehingga mengakibatkan terkendalanya penerbitan IMB dan pembangunan Sport Center oleh Pemprovsu.

Agar pembangunan dapat terlaksana dan proses percepatan pembangunan untuk kepentingan negara terealisasi, lanjut Yos, maka Kajatisu melalui Asisten Intelijen Dwi Setyo Budi Utomo memerintahkan tindakan yustisia, berupa tindakan persuasif untuk mengamankan tanah di lokasi Sport Center dari para penggarap.

BACA JUGA:
Disiksa Hingga Memar, Korban Salah Tangkap Polsek Sunggal Lapor ke Polda Sumut

"Masyarakat penggarap menyerahkan dan membuat surat pernyataan secara suka rela seluas 243 hektare kepada Kejatis, untuk berjanji tidak akan menggarap, menguasai dan melakukan tindakan hukum keperdataan tanah tersebut," tandasnya.

Dengan adanya penyelamatan aset tanah ini, tambah Yos, pihak Pemprovsu dapat memohon penerbitan IMB dan pembangunan Sport Center dapat terlaksana sesuai harapan.

Penulis: DR Berita

Editor: Admin