Metropolis

Warga Marelan Geger, Bocah Perempuan Ditemukan Tewas di Belakang Pesantren

DR Berita
Foto: Bambang

Aura Putri, bocah perempuan yang ditemukan tewas di belakang Pesantren Nuruh Hijra.

DRberita.com | Warga Marelan geger atas temuan mayat bocah perempuan di belakang Pesantren Nurul Hijrah, persisnya di area pompa air, Jalan Young Panah Hijau, Gang Saudara, Lingkungan VII, Kelurahan Labuhan Deli, Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan, Rabu 1 Juli 2020 sekira pukul 22.00 WIB.

Korban diketahui bernama Aura Putri (11) siswa kelas 3 SD Negeri 06659, warga Jalan Young Panah Hijau, Gang Hijrah, Lingkungan VII, Kelurahan Labuhan Deli, Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan.


Informasi diperoleh, Kamis 2 Juli 2020, sebelum ditemukan tewas, korban Aura Putri bermain dengan teman-temannya hingga sore hari. Namun hingga malam korban tidak juga kembali ke rumah, sehingga seluruh keluarga mencarinya di sekitar rumah, namun tidak ditemukan.

Baca Juga: Anak-anak Korban Lalu Lintas di Simalungun Dapat Bantuan di HUT Bhayangkara

Kemudian keluarga korban meminta tolong kapada tetangga dan masyarakat sekitar untuk membantu mancarinya. Bersama-sama dengan tetangga dan masyarakat sekitar lalu mencari korban.

Dalam pencarian tersebut, warga bernama Dodi (28) menemukan korban di belakang pesantren, persisnya di areal pompa air dalam posisi tergeletak di tanah.


Dodi selanjutnya memberitahukannya ke Zulkifli (60) dan Mauliza (20) kakek dan kakak korban yang juga berada tidak jauh dari lokasi penemuan. Ketiganya kemudian kembali ke lokasi dan melihat korban sudah meninggal dunia. "Saat melihat korban untuk memastikan, ternyata benar sudah meninggal dunia," kata Dodi.

Korban selanjutnya dibawa keluarga ke Klinik Mariati. Dari hasil pemeriksaan dr. Yani selaku dokter jaga di klinik, dipastikan korban sudah meninggal dunia akibat kesetrum arus listrik dengan tanda bekas membiru pada tubuh korban.

Baca Juga: Ketum PP HIMMAH Tolak Indonesia Tuan Rumah Piala Dunia U20, Jokowi Harus Berfikir Rasional

Polisi dari Polsek Medan Labuhan yang sempat datang ke lokasi penemuan mayat korban berencna mau membawa ke RS Bhayangkara Medan. Oleh keluarga hal itu ditolak dengan membuat surat pernyataan di atas kertas bermatreai.

"Keluarga semua ikhlas, mungkin ini sudah takdir almarhum. Ini musibah bagi keluaarga kami," ucap keluarga korban.


(art/drb)

Penulis: Bambang

Editor: Gambrenk