Metropolis

Wah, Ada Sekolah Beratap Langit di Kota Padangsidimpuan

DR Berita
Iluatrasi

DRberita.com | Kepala Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Sumut Abyadi Siregar kaget mengetahui adanya sekolah beratap langit di Kota Padangsidimpuan.


Abyadi pun langsung berkoordinasi terkait hal itu dengan pemangku kekuasaan di Kota Padangsidimpuan.

"Saya tadi sudah mengirim link berita (Di Padangsidimpuan Ada Gedung Sekolah Tampak Beratapkan Langit) itu ke WhatApps Wakil Walikota Padangsidimpuan. Saya kirim juga ke WhatApps Walikota Padangsidimpuan. Tapi sayang, nomor WA-nya Pak Walikota yang ada sama saya, tidak aktif lagi," ujar Abyadi, Sabtu 9 Oktober 2021.

BACA JUGA:
Jernih Sumut Apresiasi Kabir Bedi

"Jujur saja, saya kaget luar biasa mengetahui informasi bahwa masih ada gedung sekolah yang beratapkan langit (tanpa atap) di Kota Padangsidimpuan. Saya enggak tau, apakah kedua pemangku kekuasaan eksekutif di Padangsidimpuan (walikota dan wakil walikota) itu tidak merasa malu di daerah yang mereka pimpin masih ada sekolah yang gedungnya beratapkan langit," sambungnya.


Diketahui, proses belajar mengajar di SD Negeri 200218, Jalan Melati Kelurahan Ujung Padang, Kecamatan Padangsidimpuan Selatan, Kota Padangsidimpuan, tidak seperti sekolah umumnya.

Gedung ruangan berdinding tembok, kursi, lemari di setiap kelas, sehingga nyaman untuk belajar. Namun ini atap bangunannya beratap langit. Meski demikian, gedung masih digunakan sebagai tempat belajar mengajar.

BACA JUGA:
Abyadi: Jangan Polrestabes Medan turut andil dalam permainan hukum

Abyadi mengaku malu meski dirinya bukan berasal dari Kota Padangsidimpuan.


"Saya saja yang bukan orang Sidimpuan (yang hanya pernah tinggal satu tahun di Padangsidimpuan karena sekolah), merasa malu mengetahui di Kota Padangsidimpuan masih ada sekolah beratapkan langit. Sebuah kota yang tergolong maju, rasanya tidak mungkin lagi ada sekolah dengan kondisi fisik seperti itu. Tapi faktanya, ini terjadi di Padangsidimpuan. Luar biasa," sebut Abyadi.


Ketika mengetahui kondisi seperti ini, kata Abyadi, sebagai masyarakat sangat wajar berpraduga kepada kepala daerahnya.

BACA JUGA:
Alumni Tidak Terima Menteri Pendidikan Cabut Izin Operasional ITM

"Apa yang dikerjakan Pak Walikota selama ini? Masa tega membiarkan anak-anak belajar beratapkan langit? Selama sekian lama menjabat tidak bisa mengalokasikan anggaran untuk memperbaiki sekolah itu," kata Abyadi.

Abyadi ingin menggugah hati Walikota dan Wakil Walikota untuk tidak membiarkan anak-anak belajar di gedung tanpa atap. Bla matahari bersinar anak-anak didik akan kepanasan, bila hujan datang, proses belajar mengajar akan terhenti.


"Saya meminta agar walikota segera memperbaiki sekolah tersebut dengan memasang atapnya," tegas Abyadi.

Penulis: DR Berita

Editor: Admin