Metropolis

Vaksinasi di SDN 112259 Guntingsaga Tanpa Pendampingan Orangtua, Ada yang Berdarah-darah

DR Berita
Poto: Istimewa

Murid di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 112259, Guntingsaga, Kualuh Selatan, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) yang dilakukan tanpa pendampingan dari orangtua atau wali murid.

DRberita.com | Pelaksanaan vaksinasi untuk murid di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 112259, Guntingsaga, Kualuh Selatan, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) dilakukan tanpa pendampingan dari orangtua atau wali murid.


Pelaksanaan vaksinasi dosis pertama pada Senin, 10 Januari 2022, itu pun berujung masalah. Pasalnya, ada orangtua murid yang keberatan saat menemukan lengan baju anaknya berdarah-darah.

Informasi ini diperoleh wartawan bermula dari adanya postingan akun facebook bernama Ilham Saiful di laman facebook, sekitar Labura. Dalam postingan itu, Ilham menuliskan keberatannya atas vaksinasi yang dilakukan oleh pihak sekolah tanpa terlebih dahulu memberitahukan kepada orangtua atau wali murid.

BACA JUGA:
Seleksi Direktur Operasional Bank Sumut Harus Profesional

"Apanya maksut(d) negara ini, anak SD 112259 Gunting Saga dip(v)aksin sampai berdarah tanpa sepengetahuan orangtuanya," demikian tulis Ilham dalam postingannya.


Ilham Saiful, saat dikonfirmasi wartawan melalui ponselnya mengaku terkejut saat melihat anaknya pulang sekolah dengan bekas darah di lengan bajunya.

Ilham pun bertanya pada anaknya, Saiful Adnan, 10 tahun, yang duduk di bangku kelas empat. Kepadanya, Adnan mengaku bahwa mereka divaksin tanpa memberi tahu kepada orangtua/wali masing masing murid.


Karena keberatan, istri Saiful pun kemudian mendatangi ke sekolah anaknya. Pengakuan Saiful, para guru dan kepala sekolah di sana mengaku khilaf dan sudah meminta maaf.


Keterangan Saiful, pihak sekolah melakukan vaksinasi tanpa pemberitahuan kepada orangtua/wali murid karena ada tekanan atau desakan dari Koordinator Wilayah Kecamatan Dinas Pendidikan Kualuh Selatan.

BACA JUGA:
Ditangkap Dugem, 5 Anggota DPRD Labura Hanya Divonis Rehabilitasi

"Guru-guru dan kepala sekolah sudah minta ijin minta maaf, dan mereka sudah ditelepon korwilnya, makanya postingan itu saya hapus," ujar Saiful yang mengaku sudah menghapus postingannya.

Koordinator Wilayah Kecamatan Dinas Pendidikan Kualuh Selatan, Imti Hanuddin yang dikonfirmasi melalui ponselnya, Selasa, 11 Januari 2022, tidak membantah informasi itu. Ia mengatakan bahwa sejak awal ia sudah mengingatkan para kepala sekolah agar melaksanakan vaksinasi dengan terlebih dulu memberitahukan para orangtua atau wali murid, agar tetap dilakukan pendampingan.


"Itu sudah kita hentikan, Pak. Memang terjadi, tapi sudah kita hentikan. Sebelumnya kita sudah sosialisasikan agar pelaksanaan vaksinasi itu dilakukan dengan pendampingan orangtua. Tapi ya, namanya juga manusia, selalu ada yang khilaf dan salah," terang Imti Hanuddin.


Disinggung tentang jumlah murid yang terlanjur divaksinasi tanpa pendampingan orantua/wali murid, Imti mengaku tidak memiliki data pasti. Alasannya, ia belum mengkonfirmasinya dan belum turun ke lokasi.

Penulis: Darrenz Nababan

Editor: Admin