Metropolis

TBSU Jadi Kenangan: Banyak Nama Besar Lahir dari Sini

DR Berita
Foto: Istimewa

Taman Budaya Sumatera Utara.

DRberita.com | Matanya masih menyinarkan harapan, meski kecil. Asa pun masih dibumbungnya tinggi, meski (akan) menguap ditelan resah. Ada kegelisahan yang terus mengurung pikirannya, bagaimana nasib seniman dan generasi penerus pecinta seni akan berekspresi di tempat yang tak semestinya.


Ruang-ruang kebebasan menumpahkan imaji perlahan mulai tertutup. Lamat langkah kaki meninggalkan gedung yang membesarkan dirinya dan kawan-kawan.



"Entahlah, kami tak pernah tau, apa maksud pemerintah memindahkan lokasi Taman Budaya ke Tapian Daya. Pada hal, banyak nama besar lahir dari sini," ujar Al Koboy sembari mengisap rokoknya dalam-dalam.


Selaras dengan Al Koboy, Amruzal alias Wak Ulong, pun memuntahkan uneg-unegnya. Dia tak pernah mengira, bahwa TBSU (Taman Budaya Sumatera Utara) akan dipindahkan. Apalagi, desas-desus yang beredar, lahan tersebut akan dipergunakan untuk kepentingan swasta.


Baca Juga :Irham Buana Jangan Asal Bicara Soal Musda Golkar Sumut


"Awak tak tau, apa yang terjadi. Kami butuh ruang bebas. Bukan tempat yang menyatu dengan segala macam. Tapi, kita masih berjuang meminta agar tidak dipindahkan," tuturnya.



Wak Ulong juga menjelaskan, bahwa tempat ini begitu strategis. Letaknya yang berada tak jauh dari pusat Kota Medan, di depan ada hotel bintang lima, hingga para tamu yang datang berkesenian, dapat menginap di sana.


Ya, tanggal 7 November 2020, katanya Taman Budaya Sumatera Utara akan berpindah ke Tapian Daya. Diresmikan di sana oleh pejabat pemerintah. Meski tak ada polemik antara pemerintah provinsi dan kota, namun meninggalkan sedih dan kecewa mendalam bagi para pegiat kesenian.



Langit mulai merangkak senja, seperti harapan Wak Ulong dan Al Koboy yang tak lagi saga, akan bertahannya Taman Budaya Sumatera Utara di lokaksi yang lama.



art/drb

Penulis: Yudha EL

Editor: Bornok