Metropolis

Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional di USU, Beo Nias jadi Maskot

DR Berita
Raden Armand

Universitas Sumatera Utara (USU).

DRberita.com | Universitas Sumatera Utara (USU) jadi tuan rumah penyelenggaraan Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PINMAS) ke-34. Kegiatan bergengsi yang diikuti kurang lebih 2.200 mahasiswa dari sekitar 100 perguruan tinggi di Indonesia ini.


Kegiatan itu melibatkan, 700 dosen pembimbing dan 105 dewan juri. Acara ini akan dibuka mulai 26 Oktober mendatang. Sehari sebelum pembukaan, pada malam harinya akan digelar acara ramah tamah di Istana Maimun, Kota Medan.

Selama kegiatan tetap dengan menerapkan protokol kesehatan, dimana juri tidak wajib hadir langsung menilai. Acara nantinya juga disiarkan streaming. Selain itu peserta dari luar Medan wajib swab antigen maupun PCR. Termasuk para official. Demikian dijelaskan Ketua Panitia PIMNAS ke-34 Doli Muhammad Jafar Dalimunthe saat konferensi pers sekaligus launching maskot PIMNAS ke-34 yang digelar di USU, Kamis 16 September 2021.

BACA JUGA:
Kejagung Tetapkan Tersangka dan Tahan Politikus Golkar Korupsi Gas Bumi

Dijelaskannya, penjurian akan dilakukan di 2 lokasi di Fakultas Ilmu Komputer "TI dan Fakultas Kedokteran Gigi pada tanggal 27-28 Oktober 2021. Sedangkan pameran poster, berlangsung 28 Oktober di Gedung Pancasila. Keesokan harinya, 29 Oktober, digelar sarasehan para wakil rektor/direktorat bidang kemahasiswaan perguruan tinggi peserta PIMNAS ke-34 yang berlangsung di Auditorium. Di hari yang sama juga berlangsung kuliah umum yang rencananya menampilkan Menteri BUMN Erick Thohir sebagai keynote speaker dan dilanjutkan closing seremony sekaligus pengumuman pemenang.

Ketua Umum PIMNAS ke-34, Edy Ihksan menambahkan, PIMNAS adalah tahap terakhir dari pelaksanaan kegiatan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang diluncurkan Kemendikbud-ristek. PIMNAS menjadi wadah berskala nasional bagi mahasiswa peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia yang karya ilmiahnya dinyatakan layak untuk dipresentasikan. Melalui PIMNAS, para mahasiswa dapat mempresentasikan dan berkomunikasi melalui produk kreasi intelektual.


"Tahapan dimulai dari pengajuan proposal PKM untuk mendapatkan pendanaan dari Kemendikbud-ristek. Kemudian peserta mahasiswa seluruh Indonesia, diseleksi kembali melalui Penilaian Kemajuan Pelaksanaan PKM (PKP2) yang kemudian hasil dari penjaringan tersebut akan mengikuti acara puncak PIMNAS," kata Ihksan melalui rilis yang diterima.


Rektor USU, Muryanto Amin, menegaskan, PIMNAS kali ini mengusung "Menuju Indonesia Emas Melalui Kolaborasi untuk Inovasi dalam Bingkai Kearifan Lokal" dengan maskot Beo Nias yang dinamakan ITO. ITO adalah sapaan dalam bahasa Batak Toba oleh laki-laki kepada perempuan dan sebaliknya. ITO adalah akronim dari intelligent, tough and outstanding yang setiap unsurnya terlebur dalam penampilan maskot PIMNAS ke-34.

BACA JUGA:
Demokrat: Bukti yang diberikan Moeldoko di Pengadilan Tidak Nyambung!

Karakter intelligent hadir dalam warna biru pada sayap dan ekor yang melambangkan kecerdasan, komunikatif dan andal. Sedangkan karakter tough hadir dalam warna merah pada pakaian adat khas Sumatera Utara yang melambangkan ketangguhan, keberanian, kekuatan dan semangat yang besar. Karakter outstanding hadir dalam warna kuning yang melambangkan optimisme, energik dan keceriaan. Selain itu, warna hitam sebagai warna dasar burung Beo Nias melambangkan rasa percaya diri yang kokoh. Sedangkan warna hijau pada pakaian adat mewakili warna khas USU di samping menjadi lambang keseimbangan dan kemajuan.

"Kearifan lokal, penting untuk diangkat dan dieksplor sebagai sumber kreasi-inovasi. Ada dua keuntungan yang dapat diperoleh dengan mengangkat kearifan lokal. Pertama dari sisi kultur, dimana warga dunia jadi tahu kearifan lokal yang dimiliki suatu daerah atau negara. Kedua dari sisi benefit. Misalnya seperti fenomena K-Pop, selain budayanya, secara materi juga menghasilkan," tegas Muryanto.


USU sendiri menyertakan 36 peserta baik pribadi maupun regu. USU menargetkan semaksimal mungkin meraih emas. Sebagai kompensasi, selain mendapat hadiah juara, peserta dari USU yang meraih emas, kata Muryanto, akan diupayakan diberikan beasiswa (S2) dengan catatan setamat S2 mengabdi menjadi dosen di kampus ini.

Penulis: Armand

Editor: Admin