Metropolis

Endar Lubis Janji 2 Hari Lagi Honor Bilal Mayit dan Penggali Kubur Cair dari Pemko Medan

DR Berita
Istimewa

Kadis Sosial Pemko Medan Endar S Lubis

DRberita.com | Bilal Mayit dan Penggali Kubur di Kota Medan hingga kini belum menerima honor. Padahal pendataan sudah dilakukan oleh pihak kecamatan dan kelurahan.


Kepala Dinas Sosial Kota Medan Endar Sutan Lubis mengatakan pencairan honor bilal mayit dan penggali kubur masih terbentur administrasi pendataan dan peralihan pembayaran.


"Dulu pembayaran dilakukan di Bagian Sosial dan Pendidikan Sekretariat Daerah, sekarang dialihkan ke kami. Jadi kami harus melakukan pendataan yang valid agar tidak bermasalah. Setelah pendataan beres maka akan diserahkan ke Walikota untuk SK yang menerima honor. Setelah itu barulah honor bisa dicairkan," katanya.

BACA JUGA:
HUT RI 2021, AHY: Musuhnya Bukan Penjajah Tapi Pandemi Covid-19

Endar pun berjanji dalam waktu 2 hari ini honor bilal mayit dan penggali kubur di Kota Medan sudah bisa dibayarkan.

Sebelumnya, Ketua Paguyuban Bilal Mayit dan Penggali Kubur Kota Medan Pusman merasa mereka belum merdeka di HUT RI ke 76 tahun.


"Honor kami hingga kini belum dibayarkan, sepertinya kami belum merdeka di tengah pekik Kemerdekaan RI ke 76 ini," ungkap Pusman kepada wartawab, Rabu 18 Agustus 2021.

BACA JUGA:
Buat Malu, Gara-Gara Innakes Belum Cair Mendagri Tegur Walikota Padangsidimpuan

Sedihnya lagi, kata Pusman, tidak ada informasi satupun yang diterima dari Pemko Medan, baik di tingkat kelurahan maupun kecamatan, bagaiman proses pencairan honor. Maunya, lanjut Pusman, ada kepastian pencairan honor atau tidak dari Pemko Medan, sehingga bilal mayit dan penggali kubur tidak menunggu-nunggu.

"Sedihnya lagi saya dicurigai anggota sudah ada kongkalikong dengan walikota karena diam saja. Padahal saya sudah teriak-teriak ke walikota agar segera memberikan kepastian pencairan honor itu," katanya.

Pusman teringat dengan janji Bobby dan Aulia ketika kampanye bersama bilal mayit dan penggali kubur. Ketika itu Bobby dan Aulia menjanjikan akan menaikan honor dan memasukan ke BPJS Kesehatan seluruh anggota bilal mayit dan penggali kubur.


"Dulu janjinya begitu, sekarang yang sudah ada saja tak cair-cair, anggota di bawah sudah mengeluh," katanya.

BACA JUGA:
HUT RI 76Tahun: Merdeka Bagi Buruh Ketika Bebas dari Belenggu Omnibus Law Cipta Kerja

Pusman menjelaskan honor yang diterima Rp 300 ribu per bulan hanya untuk membeli kebutuhan pokok bilal mayit dan penggali kubur, terlebih lagi di masa Pandemi Covid-19.

"Jadi kami berharap agar ini segera diselesaikan. Belum lagi dua orang anggota bilal mayit dan penggali kubur yang sudah terdata mendapatkan honor meninggal dunia beberapa hari lalu. Jadi ini menjadi dilematis belum mendapatkan honornya, tapi sudah meninggal. Saya tidak tahu apakah bisa honor itu dialihkan ke ahli warisnya," katanya.

Halaman :
Penulis: Arcito

Editor: Admin