Metropolis

DPRD Medan Akan Minta Pemko Bongkar Paksa Bangunan di Simpang Jalan Halat

DR Berita
Istimewa

Paul MA Simanjuntak.

DRberita.com | Ketua Komisi 4 DPRD Medan Paul MA Simanjuntak akan meminta paksa pihak pemko untuk membongkar bangunan diduga tanpa IMB di Jalan Medan Area Selatan, perisinya di simpang Jalan Halat, Kelurahan Pasar Merah Timur, Kecamatan Medan Area.

Bangunan tanpa Izin Mendirikan Bangunan (IMB) itu adalah grasi mobil pemilik warga berlokasi jalan Medan Area Selatan Simpang Jalan Halat/Megawati kelurahan Pasar Merah Timur (PMT) Kecamatan Medan Area.

"Kita terima usulan masyarakat terkait kepentingan pemerintah dan kita semua, Pemko Medan cq DPRD akan menyikapinya dan tidak perduli siapa dia, apalagi kalau bangunannya melanggar izin prinsif," ujar Paul, Rabu 27 Mei 2020.


Paul menegaskan, Pemko Medan tidak pandang bulu menindak bangunan bermasalah. Dalam waktu ini jelas Paul, akan mengagendakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) untuk menyikapi bangunan yang diduga tanpa IMB.

Baca Juga: Relawan Jokowi Khawatir Status New Normal Berlaku Sementara Saja

Sementara, Lurah PMT Sri Rambe, Rabu 27 Mei 2020, melalui telepon mengakui pihaknya bersama Satpol PP Kecamatan Medan Area sudah menyurati pemilik bangunan. Namun surat panggilan itu sama sekali tidak digubris. Bahkan pemilik bangunan ngotot melanjutkan pembangunan.

Bangunan diduga tanpa IMB didirikan dengan alasan buat grasi mobil dengan memakai royland jalan dan gang kabakaran. Perbuatan pemilik bangunan itu jelas sudah tidak mengindahkan keselamatan warga sekitar.

Warga Kelurahan PMT menyesalkan sikap arogan dari pemilik bangunan, yang tidak patuh dengan kebijakan Pemko Medan. Pemilik bangunan disebut-sebut memiliki 'orang kuat' di lembaga satuan komunikasi (satkom) termasuk juga dengan perwira di Kodam I/BB.


"Kami pun gak tahu dia itu penduduk dari mana, siapa dia, arogannya tinggi kali. Katanya punya satkom ada koneksinya perwira di Kodam, jadi suka hati dia aja," ujar warga.

Warga berharap agar Pemko Medan bersikap tegas dan berani membongkar bangunan tersebut. Apalagi masa Covid-19 ini, pemilik bangunan malah memperkerjakan orang tanpa memperdulikan seruan pemeritah untuk jaga jarak. (art/drb)

Baca Juga: Bebas dari Nusakambangan, 2 Mantan Napiter Penyerang Mapolda Sumut Tiba di Kualanamu

Editor: Bornok

Sumber: Pers Rilis