Metropolis

Donking: Copot Camat Medan Sunggal

DR Berita
Foto: Istimewa

Yan Surya Darma alias Donking.

DRberita.com | Aksi "pengusiran" yang dilakukan oknum Camat Medan Sunggal, MIMN terhadap warganya yang melaporkan keresahan atas adanya pendirian tembok di Daerah Aliran Sungai (DAS) Bedera, Kelurahan Sei Sikambing B, mengundang reaksi tokoh Sumatera Utara.


Sekretaris GM FKPPI Sumut Yan Surya Darma alias Donking, sangat mengecam tindakan oknum Camat Medan Sunggal MIMN yang dinilai tidak mengayomi warganya.


Baca Juga :KPK Terima Dugaan Korupsi Anggota DPRD Deliserdang


"Sikapnya itu sangat tidak elok dan sangat keterlaluan karena sudah menjurus kearogansian. Seharusnya tidak pantas dipertontonkannya. Berarti oknum itu tidak faham dan mengerti akan fungsinya selaku kepala pemerintahan di kecamatan," tegas Donking.



Menurut Donking, oknum camat tersebut seharusnya mengakomodir apa yang disampaikan warganya tentang permasalahan yang timbul. Dan memberi apresiasi kepada warga yang datang melapor kepadanya, bukan malah menambah keresahan baru yang dapat menjatuhkan wibawa Pemko Medan.


"Seorang camat seharusnya menjadi panutan, bukan malah memberikan contoh yang tidak baik kepada masyarakatnya, seperti tak mengindahkan protokoler kesehatan (Prokes) yang diterapkan pemerintah karena tanpa menggunakan masker saat melakukan dialog. Ini kan sudah sebuah pelanggaran yang harus disikapi Satgas Covid-19," tambahnya.


Karena itu, Donking meminta Walikota Medan untuk segera mencopot oknum MIMN dari jabatannya sebagai Camat Medan Sunggal agar tidak menimbulkan preseden buruk bagi masyarakat akan pelayanan yang diberikan Pemko Medan, apalagi sikap camat tersebut sangat bertolak belakang dengan selogan pelayanan yang tertuang dalam spanduk terpajang di kantornya.



Selain itu, Donking juga meminta Pemko Medan untuk membongkar bangunan pagar tembok yang didirikan pihak pengembang perumahan di atas DAS Sungai Bedera, Kelurahan Sei Sikambing B Medan.


"Pendirian tembok itu kan sudah sangat bertentangan dengan peraturan pemerintah Nomor 38 tahun 2011 tentang Sungai dan sudah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat, karena terjadinya penyempitan badan sungai yang senantiasa dapat meluapkan banjir bila hujan turun maupun saat banjir di daerah hulu," tandasnya.



Donking menegaskan siap menurunkan warga GM FKPPI untuk membantu masyarakat Sei Sikambing B yang resah akan adanya penembokan dari pihak pengembang perumahan dimaksud.


Baca Juga :Ruruh Lantik Paulus Sinambela Jadi Ketua ESI Medan


"Jangan sampai ada istilah pembiaran oleh pihak berwenang atas pendirian tembok yang dilakukan pihak develover perumahan itu. Pembongkaran tembok itu nantinya dapat memberikan pembelajaran serta efek jera bagi pihak lain agar tidak ikut-ikutan mendirikan apapun di DAS, agar terselamatkannya ekosistem dan kelangsungan hidup alam di sekitarnya," pungkasnya.




art/drb

Penulis: Avid

Editor: admin