Metropolis

BKM Masjid Al Ma'ruf Klarifikasi Tuduhan Oknum Jama'ah

DR Berita
Foto: Istimewa

Masjid Al Ma'ruf.

DRberita.com | Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Masjid Al Ma'ruf, Jalan Sidorukun No. 99, Pulo Brayan Darat II, Kecamatan Medan Timur, Kota Medan, menyampaikan klarifikasi atas tudingan salah satu jemaah masjid dan pemberitaan serta spanduk protes di sekitaran masjid.


Klarifikasi dan bantahan tersebut disampaikan langsung oleh Ketua BKM Masjid Al Ma'ruf kepada DRberita, Senin 14 September 2020.



"Tuduhan yang disampaikan kepada pihak BKM tidak transparan dan melakukan penyalahgunaan dana masjid serta tidak bersedia diaudit, itu jelas tidak benar," tegas Ketua BKM Al Ma'ruf, H.M. Lesmana.


Baca Juga :LIRA Kutuk RSU Pirngadi Medan, Ambil Bayi Meninggal Bayar Rp 1,5 Juta


Menanggapi isu tersebut, pihak BKM menyatakan bahwa internal audit saat ini sedang dilaksanakan oleh jemaah Masjid Al Ma'ruf yang memiliki keahlian dibidang audit serta mampu mempertanggungjawabkan hasil audit guna mengetahui adakah pengurus masjid yang melakukan penyelewengan dana ummat.


Adapun tim pengaudit internal, Ketua: H. Suwarno, SH, mantan PNS Pemko Medan yang sekarang masih aktif di koperasi, Anggota: H. Achmad Djunaidi, S.T, M. Eng, QIA, selaku pengawas audit di PLN yang masih aktif sampai saat ini, dan Drs. H. Normansjah Lubis, M.Si, mantan kepala BPN yang paham masalah Asset.



"Kita melakukan audit bukan dari pihak sembarangan tetapi jemaah di luar pengurus yang sekaligus ahli dibidang keuangan dan audit, serta mampu nantinya menyampaikan hasil audit yang akan dipresentasekan secara transparan kepada seluruh jemaah," tegasnya.


Menurut Lesmana, ada juga tuduhan dana infak yang diumumkan setiap hari Jumat tersebut dananya bodong. Namun, setelah mereka cek bersama di Bank Sumut Syariah langsung ke CS Bank Sumut Syariah nya, faktanya dana itu ada sesuai yang disampaikan/diumumkan di masjid.



Karena tuduhan ini tidak tahu siapa yang melakukannya, pada Sabtu 12 September 2020, kami mengundang beberapa jemaah (yang mengatakan mewakili jemaah) untuk klarifikasi. Namun, hingga pukul 23.00 Wib oknum tersebut tidak hadir untuk melakukan klarifikasi.


Baca Juga :Positif Covid-19, Mayat Manager PT. BSP Kisaran Ditanam di Aek Kanopan


"Dan terakhir kami juga bersedia melakukan mubahalah sumpah dua pihak saling memohon dan berdoa agar Allah melaknat dan membinasakan atau mengazab pihak yang salah. Namun, tak juga oknum tersebut berani melakukan mubahalah," jelasnya.




art/drb

Editor: Bornok

Sumber: Pers Rilis