Metropolis

Arogansi Plt Camat Medan Selayang Melebihi Kewenangan Walikota

DR Berita
Istimewa

Tutup jalan

DRberita.com | Kebijakan sepihak Sekcam selaku Plt. Camat Medan Selayang telah merisaukan masyarakat yang berdomisili dan membutuhkan akses Jalan Setia Budi Medan. Bahkan kebijakan yang arogansi itu melampaui kewenangan yang menjadi tufoksi Dishub Kota Medan dan Polantas.


Kewenangan yang harusnya didasari pertimbangan serta alasan hukum yang kuat, menutup Jalan Setia Budi yang termasuk jalan primer menghubungkan ke jalan sekunder akses warga berdomisili di sekitarnya.

Seorang warga bernama Ikbal merasakan dampak dark tindakan sepihak Plt. Camat Medan Selayang yang tanpa sosialisasi ke warga. Dan ternyata juga belum mendapat persetujuan dari atasan.

BACA JUGA:
Lokot Nasution: Saya menyampaikan pesan Ketua Umum, Mas AHY

"Ini telah menimbulkan kemacetan dan terjadinya beberapa laka lantas. Di samping adanya protes warga yang merasa dirugikan atas kebijakan otoriter Plt. Camat Medan Selayang sepihak ini," kata Ikbal, Senin 17 Oktober 2021.


Menurut Ikbal, kebijakan Plt. Camat Medan Selayang tersebut sangat bertolakbelakang dengan kebijakan Walikota Medan Bobby Nasution, atas keberhasilan Medan mecapai PPKM Level 2 yang memulai kembali aktivitas warga secara prokes.

Memperhatikan surat Plt. Camat Medan Selayang tanggal 16 Oktober 2021, ternyata masih sebatas usulan yang belum mendapat petunjuk tertulis lebih lanjut atas usulan tersebut baik dalam surat keputusan atau kebijakan resmi.


"Ironisnya penutupan jalan tersebut telah menimbulkan keputusan diskriminasi. Karena hanya menutup Persimpangan Pasar 6 Jalan Kenanga Raya, Pasar 1, Pasar 3 Jalan Cempaka, Jalan Setia Budi," kata Ikbal.

BACA JUGA:
Cuci Tangan se Dunia AMPI Sumut, Diharap Bikin Covid di Medan Turun ke Level 1

Sementara, lanjut Ikbal, persimpangan menuju Perumahan Setia Budi Indah dibiarkan terbuka. Kebijakan diskriminasi ini sangat melukai hati warga yang merasa dibedakan. Ini mereka rasakan bagaikan warga kelas rendah dari warga Perumahan Setia Budi Indah.

"Seyogyanya Walikota Medan Bobby Nasution, meninjau ulang kembali kapasitas dan kompetensi Plt. Camat Medan Selayang. Terlebih petugas yang menutup jalan, bukanlah petugas yang berwenang yaitu kumpulan kepala lingkungan setempat," tegas Ikbal.


"Bahkan pejabat Kasi Trantib dan Camat tidak kelihatan batang hidungnya ketika hendak dimintai konfirmasi. Karena penutupan tersebut tidak diketahui mulai tanggal berapa hingga tanggal berapa. Bahkan di luar jam ketentuan yang diusulkan oknum Plt. Camat yaitu jam 18.00, bahkan jam 12.00 pun ditutup," tutup Ikbal.

Penulis: DR Berita

Editor: Admin