Komunitas

Dampak Wabah Corona, Pekerja Seni di Sumut Butuh Perhatian Pemerintah

DR Berita
istimewa
Ketua Umum DKSU Baharuddin Saputra
DRberita | Ketua Umum Dewan Kesenian Sumateta Utara (DKSU) Baharuddin Saputra membenarkan pihaknya mendapat dorongan moril dari berbagai pihak untuk subsidi Seniman yang "menganggur" #DirumahAja akibat dampak Virus Corona (Covid-19).

"DKSU turut berdukacita kepada keluarga korban yang meninggal positif corona, khususnya keluarga Seniman atau penggiat seni di seluruh Indonesia," kata Baharuddin dalam keterangan persnya, Senin 6 April 2020.

Seperti dimaklumi, kata Buharuddin, dampak corona terhadap sejumlah aktifitas dan kegiatan proyek seni budaya dan pariwisata jadi terhenti, tentunya sangat mempengaruhi perekonomian rumah tangga terutama kebutuhan harian.

"Kita juga monitor sejumlah EO di Sumatera Utara, harus kehilangan job kerja sebagai konsekwensi dari keputusan pemerintah untuk tidak melakukan kegiatan yang menghimpun banyak orang. Sebut saja Sumut Fair 2020 yang direncanakan buka pekan pertama Maret 2020 ditunda, Ramadhan Fair yang setiap tahun meriah juga ditunda, dan  Festival Seni Budaya II tahun 2020 agenda kegiatan DKSU yang rencana digelar 8 - 18 Maret 2020 juga ikut ditunda hingga batas waktu yang belum ditentukan," beber Baharuddin.

Baharuddin berharap adanya perhatian dalam bentuk kongkrit dari pemerintah pusat dan daerah untuk memberikan subsidi kepada pekerja seni perorangan maupun sanggar atau lembaga kesenian, kebudayaan, dan pariwisata di Sumatera Utara.

"Sejauh ini kita mendapat informasi telah dilakukan semacam pendataan para seniman untuk mendapatkan dukungan pemerintah, tapi belum pasti juga. Ada beberapa orang yang bertanya ke DKSU, sejauh ini kita jawab belum ada kepastian kebijakan tersebut," serunya.

Baharuddin mengakui bahwa DKSU ada menerima imbauan yang mengatasnamakan pemerintah seperti; 'Wabah COVID-19 telah menciptakan kesukaran pada sektor kesenian. Guna mendukung penjarakan fisik, banyak perhelatan seni ditangguhkan sampai waktu yang belum ditentukan'.

Akibatnya, para pekerja seni yang mengandalkan penghidupan dari perhelatan itu pun menjadi kehilangan mata pencaharian. Mereka bukan hanya para seniman, tetapi juga kru pendukung perhelatan/pertunjukan kesenian.

Direktorat Jenderal Kebudayaan, lanjut Burhanuddin, informasinya hendak menginventarisasi para pekerja seni yang terdampak secara ekonomi dari wabah Covid-19. "Pekerja seni yang terdampak secara ekonomi oleh Covid-19? Jika ya, isilah borang ini selengkapnya di bit.ly/borangpsps," ucapnya.

"Silakan sebarkan formulir ini ke jaringan atau rekan-rekan. Beberapa teman seniman telah mencoba mendaftar, talk aksesnya today terbuka. Ini menimbulkan keresahan dikalangan pekerja semi. Kita harapkan pihak Dinas Budpar bisa memberikan penjekasan," kata Baharuddin. (art/drb)


Editor: Bornok

Sumber: Pers Rilis