Kerah Putih

Terungkap, Isu Taliban Untuk Melemahkan KPK

DR Berita
Foto: Muhammad Artam

Gedung KPK Merah Putih

DRberita.com | Komnas HAM terus menggali isu seputar taliban lewat pemeriksaan terhadap empat mantan komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pemeriksaan ini merupakan tindak lanjut pengaduan 75 pegawai KPK tentang dugaan pelanggaran HAM dalam pelaksanaan asesmen tes wawasan kebangsaan (TWK).

Adapun mantan komisioner KPK yang memberikan keterangan kepada Komnas HAM yakni M. Jasin, Abraham Samad, Bambang Widjojanto (BW), dan Saut Situmorang.

Baca Juga
Wartawan Tewas Ditembak OTK di Siantar

"Salah satu isu yang penting juga ditanya. Sebenarnya kapan dan apa definisi taliban menurut para pimpinan KPK. Nah, tadi disebutin itu definisinya apa. Jadi, salah satu yang mencuat itu definisi taliban bukan terkait soal-soal yang identitas keagamaan atau identitas diri, tapi terkait dengan soal-soal kerja dan fungsi," ujar Komisioner Komnas HAM Anam di Kantornya, Jakarta, Jumat 18 Juni 2021.

Anam menambahkan Komnas HAM juga mendalami perihal wawasan kebangsaan insan KPK. Ada suatu perangkat di mana KPK diupayakan menjadi contoh bagi pegawai di lembaga negara lainnya.

Baca Juga
PWI Kecam Penembakan Wartawan di Siantar, Polisi Harus Tangkap Pelakunya

"Pak Jasin tadi menjelaskan kami ini meng-create bagaimana ngomong Pancasila, ngomong UUD itu tidak hanya omongan tapi implementasi. Dan implementasinya dibikin jadi sistem, dan sistemnya didorong untuk jadi contoh untuk lembaga-lembaga lain," katanya.


Dalam kesempatan itu, Jasin menduga istilah taliban digunakan pihak luar untuk menyudutkan pegawai KPK. Ia menjelaskan isu itu muncul sejak awal-awal KPK ingin dilemahkan yakni dengan revisi Undang-undang.

Baca Juga
Outbond Beres XXIX DDW & UPZ Bank Sumut Ciptakan Pelaku Usaha Baru

"Sebenarnya enggak ada istilah taliban, itu hanya stigma negatif untuk memojokkan orang-orang KPK, mungkin ya, sebagai dasar untuk menyingkirkan orang-orang yang berprestasi ini," kata Jasin.

Anam menambahkan pihaknya juga mendalami nilai-nilai yang ada di tubuh lembaga antirasuah. Termasuk juga dengan pola kerja di KPK terkait hubungan antara pimpinan dengan pegawai KPK.

Halaman :
Penulis: DR Berita

Editor: admin

Sumber: cnnindonesia.com