Kerah Putih

Rekanan Sanggah: Pokja 055 Pemprovsu Diduga Jadi Agen Proyek

DR Berita
Istimewa

CV. Gajah Mada

DRberita.com | Kelompok Kerja (Pokja) 055 Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) diduga menjadi agen proyek bagi kelompok pengusaha tertentu untuk perusahaan yang disiapkan sebagai pemenang. Akibat itu, rekanan yang dirugikan pun membuat sanggahan.


Lelang paket proyek Biaya Rehab Gedung/Bangunan UPT. PS Lanjut Usia Kisaran senilai Rp 1.043.224.695,00 dengan kode tender 19668027 yang disanggah CV. Gajah Mada, menambah daftar panjang dugaan Pokja Pemprovsu menjadi agen proyek.

Direktrur CV Gajah Mada D. Jaswan Singh mengatakan sanggahan pihaknya sudah dimasukan ke LPSE Pemprovsu, pada Senin 23 Agustus 2021.

BACA JUGA:
DPRD Soroti Proyek Asal Jadi Rp 4 Miliar di Desa Batang Bahal

"Sanggahan sudah kita masukan melalui sistem LPSE," ujar Jaswan melalui telpon, Selasa 24 Agustus 2021.


Sanggahan dibuat, menurut Jaswan, karena kecewa terhadap Pokja 055 yang memenangkan CV. Mahmud Gemilang yang masuk daftar urut 21 dengan nilai penawaran lebih tinggi dari perusahaannya.


"Kita menduga ada permainan Pokja 055. CV saya penawarannya terendah Rp 782.445.166,48, sedangkan CV. Mahmud Gemilang urutan 21 dengan nilai Rp 926.067.725,35. Persyaratan kita juga lengkat, tetapi kenapa hanya CV. Mahmud Gemiling yang dipanggil, dan kita hanya mendapat kiriman di box saja dari pokja," katanya.

Jaswan juga mengatakan bahwa perusahaan CV. Gajah Mada digugurkan pada evaluasi penawaran dengan 3 alasan;


Pertama, data indentitas perusahaan untuk data alamat perusahaan yang tertera dalam formulir kualifikasi electrik SPSE LPSE, tidak sesuai dengan data yang tertera pada NIB, dan ijin-ijin perusahaan.

BACA JUGA:
Ajukan Eksepsi, Tim Hukum Terdakwa Korupsi UINSU Nilai Dakwaan JPU Obscure Libel

"Boleh dilihat dokumen perusahaan milik kita, semua ada dan lengkap," katanya.


Kedua, lanjut Jaswan, data peralatan yang disampaikan tidak memenuhi syarat sebagaimana yang dipersyartakan dalam dokumen pemilihan. Dan ketiga, data personil manajerial yang disampaikan tidak memenuhi syarat.


"Tiga alasan dari pokja 055 tersebut semuanya sudah kita buat. Mau apa lagi yang disiapkan untuk pokja, semua sudah sesuai persyaratan dokumen cv kita. Ada apa pokja dengan cv yang dimenangkan," katanya.

BACA JUGA:
Irjen Panca Saksikan Vaksinasi Warga Binaan di Rutan Medan

Jaswan berharap Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi mengevaluasi Pokja 055 yang tidak profesional menjalankan tugasnya dalam lelang paket proyek Biaya Rehab Gedung/Bangunan UPT. PS Lanjut Usia Kisaran senilai Rp 1.043.224.695,00 dengan kode tender 19668027.

"Agar rekanan tidak kecewa dengan lelang di Pemprovsu, Gubsu bisa memberikan contoh yang benar kepada Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa, serta ASN yang menjadi anggota pokja. Agar ada efek jeranya, perlu terbukti dari Gubsu bersikap tegas bagi pokja-pokja nakal yang diduga jadi agen proyek," katanya.


Sementara, Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa Muliyono yang dikonfirmasi belum bisa menjelaskan kinerja Pokja 055. Ia mengaku saat ini masih dalam masa isolasi mandiri.

Penulis: Muhammad Artam

Editor: Admin