Kerah Putih

Proyek Rp 2,7 T, Ismail Sinaga: Disiapkan Untuk Tahun 2022 Sebesar Rp 500 Miliar

DR Berita
Poto: Muhammad Artan

Ismail Sinaga

DRberita.com | Kepala BPKAD Pemerintah Provinsi Sumatera Utara Ismail Sinaga mengatakan sesuai dokumen persetujuan bersama Gubernur dengan DPRD, bahwa proyek multi years senilai Rp 2,7 triliun, dananya sudah disiapkan untuk tahun 2022 sebesar Rp 500 miliar.


"Sesuai dengan dokumen persetujuan bersama Gubernur dengan DPRD bahwa untuk kegiatan pembangunan MYC di Sumut senilai Rp 2,7 T, skema penganggaranya adalah untuk tahun 2022 adalah Rp 500 miliar, dan tentunya hal ini sudah diakomodir di dalam DPA pada Dinas BMBK tahun 2022 sebesar Rp 500 miliar, dan dananya sudah disiapkan," ungkap Ismail Sinaga dalam pesan tertulis, Kamis 4 Agustus 2022.

Kemudian, kata Ismail, pada tahun 2023 akan dialokasikan Rp 1,5 triliun dan tahun 2024 akan dialokasikan sisanya sebesar Rp 700 miliar.

BACA JUGA:
Proyek Rp 2,7 T, LIRA Duga Ada Permufakatan Jahat

"Karena itu pada tahun 2022 pada DPA BMBK sudah dialokasikan," sambungnya.

Menurut Ismail, KUA PPAS adalah dokumen untuk satu tahun anggaran yang isinya terkait kebijakan umum dan plafon prioritas anggaran sementara.


Jadi, lanjut Ismail, plafon yang dicantumkan adalah untuk plafon satu tahun anggaran, bukan untuk dua tahun atau lebih.


Untuk kegiatan tahun jamak, rencana penganggarannya disusun dalam dokumen tersendiri dan terpisah dari KUA PPAS, yaitu persetujuan bersama antara kepala daerah dan DPRD.

BACA JUGA:
BPKAD Sumut Bantah Kabar Proyek Rp 2,7 T Tak Ada Uangnya

"Di dalam dokumen tersebut dicantumkan nama kegiatan, jangka waktu pelaksanaan kegiatan, jumlah anggaran, dan alokasi anggaran setiap tahun terhadap kegiatan pembangunan dengan mekanisme multi years," imbuh Ismail.

Ismail juga mengatakan, terkait perkataannya satu ekor kerbau sebagai taruhan untuk memastikan DPA dan uangnya proyek Rp 2,7 triliun adalah tidak demikian.


"Itu hanya perkataan "jong", tidak demikian saya maksudkan. Itu hanya bercanda untuk menyakinkan bahwa DPA dan uangnya ada untuk proyek Rp 2,7 T," katanya.

Penulis: DR Berita

Editor: Admin