Kerah Putih

Presma USU Desak Jokowi Bubarkan KPK, Atau Kembalikan 57 Pegawai

DR Berita
Istimewa

Muhammad Rizki Fadillah pakai masker

DRberita.com | Presiden Mahasiswa Universitas Sumatera Utara (Presma USU) mendesak Presiden Joko Widodo atau Jokowi segera membubarkan KPK, yang dinilai sudah tidak memiliki integritas.


Desakan ini imbas dari pemecatan terhadap 57 pegawai KPK yang memiliki prestasi.

"Melihat fakta dari KPK yang sekarang ini tidak memiliki integritas. Saya berpikir akan lebih baik apabila KPK dibubarkan saja, karena mengingat kita memiliki ribuan jaksa dan ribuan personil kepolisian diseluruh Indonesia yang mampu melakukan penyelidikan kasus-kasus korupsi di Indonesia," ungkap Presiden Mahasiswa USU

Koordinator BEM SI Wilayah Sumbagut Muhammad Rizki Fadillah, Sabtu 2 Oktober 2021.

BACA JUGA:
Heri Jiwa Besar Mundur dari Pencalonan Ketua Demokrat Sumut

Rizki juga menilai KPK saat ini sudah tidak indepedensi, sehingga sangat pantas dibubarkan dan bisa mengurangi beban APBN.

"Terlebih lagi apabila KPK dibubarkan, Indonesia bisa mengurangi penggunaan APBN. Kita harus merebut kembali KPK kembali ke orang-orang yang tepat," sebutnya.


"Pelemahan KPK ini mengakibatkan tidak memiliki integritas dengan pemecatan 57 pegawai berprestasi," sambung Ruzki.

BACA JUGA:
Musda TIDAR Sumut Dibuka Gubsu, Dihadiri Petinggi Gerindra

Menurut Rizki, faktanya banyak kasus korupsi yang tak kunjung tuntas ditangani KPK seperti, kasus bansos, BLBI, benih lobster, ditjen pajak hingga kasus suap KPU Harun Masiku.

"Saya Presiden Mahasiswa USU mendesak Presiden Jokowi untuk mencabut SK 652 dan SK Pimpinan KPK tentang pemberhentian 57 pegawai KPK yang dikeluarkan karena disebabkan oleh TWK yang cacat formil, secara substansi mengandung rasisme," katanya.

Halaman :
Penulis: DR Berita

Editor: Admin