Kerah Putih

Kuasa Hukum Canakia Suman Minta Mabes Polri Ambil-alih Kasus BTN dari Polda Sumut

DR Berita
Foto: Istimewa

Rita Wahyuni SH, kuasa hukum Canakia Suman (CS).

DRberita.com | Kantor Hukum Rita Wahyuni SH & Rekan mendesak Polda Sumut segera menuntaskan kasus di Bank Tabungan Negara (BTN) Medan yang terkesan lambat penyelesiannya. Jika tidak, dia meminta Mabes Polri mengambil-alih kasusnya.

Rita Wahyuni SH selaku kuasa hukum Canakia Suman, mengatakan perkembangan perkara kliennya di Polda Sumut terkesan lambat. Apa lagi kliennya saat ini dijadikan tahanan Polda Sumut.



"Sangat terang bila dicari delik hukumnya, karna ada oknum diduga terlibat sebagai dalang dalam perkara BTN ini, yaitu DYN. Dengan bujuk rayu dan iming-iming sampai dengan akhirnya proses pinjaman terjadi. Keuntungan yang didapat DYN tidak tanggung-tangung, hingga mencapai Rp 2 miliar," ungkap Rita di Medan, Senin 27 Juli 2020.

Baca Juga: Polda dan Disnaker Akan Tuntaskan Kasus Buruh Mandek di Sumut


Rita menduga ada kelompok secara bersama-sama memuluskan segala proses pinjaman di BTN. "Uang Rp 2 miliar itu sangat berguna sebagai keuntungan perusahan BTN, akan tetapi menjadi keuntungan pribadi DYN dan kelompoknya. Tentunya ini memunculkan dugaan bahwa adanya kongkalikong yang melibatkan oknum di internal bank, dan ini bisa dikategorikan tindak pidana korupsi," sebutnya.

Rita membeberkan keganjilan yang sangat pasif terjadi dalam perkara pinjaman di BTN ini. Seperti yang diatur dalam Pasal 5 perjanjian kereditur No: 158, setiap kereditur diwajibkan menanggung biaya pemasangan HT atau Hak Tangunggan sebagi asuransi pinjaman terhadap agunan yang diserahkan kepada pihak debitur.



Namun setelah ditelusuri aset yang menjadi agunan di BTN, ternyata dari 93 SHGB yang menjadi jaminan ada sekitar puluhan SHGB (hampir 85%) yang tidak disertai HT di dalamnya. Sementara BTN tetap mendebet biaya pemasangan HT dari rekening Canakia Suman sebesar Rp 296.350.000.

"Jelas ini ada muatan dugaan korupsi di dalam perkara BTN, ini merugikan klien saya CS. Dan anehnya lagi pihak BTN melalui kuasa hukumnya justru menjebloskan CS hingga hari ini di tahanan Polda Sumut," kata Rita.



Rita meminta Kapolri Jenderal Pol Idham Azis mengambil alih perkara yang ada di BTN jika Polda Sumut tidak segera memerosesnya.

Baca Juga:
Alumni Akpol 1991 Rayakan 29 Tahun Masa Bakti di Polda Sumut


"Dalam perkara ini klien saya CS adalah korban. Saya minta Kapolri Jenderal Idham Azis mengambil alih perkara ini jika tidak ada proses yang dilakukan Polda Sumut," tandasnya.




(art/drb)

Penulis: Muhammad Artam

Editor: Gambrenk