Kerah Putih

KPK Sita Aset Tanah dan Bangunan Milik Koruptor Suap Pemkab Lampung Utara

DR Berita
Foto: Istimewa

Aset milik terpidana suap Pemkab Lampung Utara

DRberita.com | Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita aset milik terpidana suap sejumlah proyek di Dinas Perdagangan dan Dinas PUPR Pemkab Lampung Utara, I Agung Ilmu Mangkunegara.



Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan penyitaan aset dari terpidana suap proyek di Pemkab Lampung Utara, I Agung Ilmu Mangkunegara, dilakukan setelah keluar surat putusan dari Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Tanjung Karang Nomor: 6/Pid.Sus-Tpk/2020/PN.Tjk tanggal 2 Juli 2020.


Baca Juga:Pegawai PLN UPK Pangkalan Susu Aksi Cap Darah Tolak AMC ke IP


"Jaksa Eksekusi KPK Josep Wisnu Sigit dan Dormian telah melaksanakan Putusan Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Tanjung Karang Nomor: 6/Pid.Sus-Tpk/2020/PN.Tjk tanggal 2 Juli 2020 dengan Terpidana I Agung Ilmu Mangkunegara dan Terpidana II Raden Syahrial Alias Ami dengan melakukan penyitaan beberapa aset milik terpidana Agung Ilmu Mangkunegara sebagai pembayaran kewajiban uang pengganti," kata Ali, Jumat 11 Juni 2021.



Sejumlah aset milik terpidana I Agung Ilmu Mangkunegara yang disita KPK yaitu;



Baca Juga:Edy Blak-blakan Sebut Sumut Peringkat ke 2 Daerah Terkorup


1. Tanah seluas 734 meter sebagaimana tercantum dalam Sertifikat Hak Mllik Nomor: 329/Sp.J, di Kelurahan Sepang Jaya, Kecamatan Kedaton, Kotamadya Bandar Lampung, Provinsi Lampung.


2. Tanah dan bangunan seluas 566 meter sebagaimana tercantum dalam Sertifikat Hak Mllik Nomor: 845/Sp.J, di Kelurahan Sepang Jaya, Kecamatan Kedaton, Kotamadya Bandar Lampung, Provinsi Lampung.


3. Tanah dan bangunan yang terdiri dari 2 Sertifikat Hak Milik yaitu tanah seluas 8.396 meter sebagaimana tercantum dalam Sertifikat Hak Mllik Nomor: 7388/KD dan tanah seluas 4.224 meter sebagaimana tercantum dalam Sertifikat Hak Milik Nomor: 7389/KD, di Desa Kedaton Kecamatan Kedaton, Kotamadya Bandar Lampung, Provinsi Lampung.


4. Tanah dan bangunan seluas 1.340 meter sebagaimana tercantum dalam Sertifikat Hak Mllik Nomor: 9440/Kedaton di Desa Kedaton Kecamatan Kedaton, Kotamadya Bandar Lampung, Provinsi Lampung.


5. Tanah dan bangunan seluas 835 meter sebagaimana tercantum dalam Sertifikat Hak Milik Nomor: 9784/Kdn, di Desa Kedaton, Kecamatan Kedaton Kotamadya Bandar Lampung, Provinsi Lampung.


Baca Juga:SIARAN PERS: KKJ Kecam Teror Terhadap Jurnalis dan Media Kolaborasi IndonesiaLeaks
Baca Juga:AHY Terima Kunjungan Iluni Taplai Angkatan V Lemhannas
Baca Juga:Terbongkar, Indonesialeaks Temukan Dokumen Kerjasama KPK dan BKN Terkait TWK


"Sebagaimana dalam amar putusan dimaksud, terpidana I Agung Ilmu Mangkunegara dijatuhi pidana penjara selama 7 tahun dikurangi selama berada dalam tahanan dan juga pidana tambahan membayar uang pengganti sejumlah Rp 74 miliar dikurangi dengan jumlah uang yang telah disita dan dikembalikan oleh terdakwa, dengan ketentuan paling lama dalam waktu satu bulan sesudah putusan ini berkekuatan hukum tetap, jika tidak membayar maka harta bendanya disita dan dilelang oleh Jaksa untuk menutupi uang pengganti tersebut dengan ketentuan apabila terpidana I Agung llmu Mangkunegara tidak mempunyai harta benda yang mencukupi maka dipidana dengan pidana penjara selama 2 tahun," jelas Ali.



Terpidana I Agung Ilmu Mangkunegara juga telah membayar cicilan pertama pembayaran uang pengganti sejumlah Rp 2,1 miliar, kata Ali, sehingga masih ada tagihan uang pengganti sejumlah Rp 72,5 miliar.


"KPK akan terus memaksimalkan upaya pemulihan hasil tindak pidana korupsi yang dinikmati para koruptor melalui perampasan aset," tutupnya.

Penulis: Muhammad Artam

Editor: admin