Kerah Putih

KPK Bantu Kejaksaan Tangkap DPO Korupsi KUR

DR Berita
Istimewa

DPO tersangka Hasan pakai topi

DRberita.com| Direktorat Koordinasi dan Supervisi Wilayah II KPK membantu Tim Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta menangkap tersangka Hasan DPO KUR sejak tahun 2011.

"DPO atas nama Hasan ditangkap di minimarket apartemen, di daerah Cengkareng Timur, Jakarta Barat, Selasa 31 Agustus 2021 sekitar pukul 08.30 WIB," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri, Selasa 31 Agustus 2021.

BACA JUGA:
Jadikan DAS Babura TPS Liar, LKLH Sumut Laporkan JCity Residence ke Poldasu

Hasan merupakan tersangka perkara tindak pidana korupsi dalam penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) tahun 2011-2012 pada Bank Jawa Timur Cabang Pembantu Wolter Monginsidi Jakarta. Hasan diduga berperan sebagai pengepul dan penampung dana KUR 82 debitur fiktif.


"Kerugian negara yang ditimbulkan pada perkara ini sekitar Rp41 miliar. Selain Hasan, Penyidik Kejati DKI telah menetapkan dua tersangka lainnya, yakni Heriyanto Nurdin dan Ng Sai Ngo. Keduanya masih dalam proses pencarian," kata Ali.

BACA JUGA:
Azhar Harahap Buat Malu Gubsu, Proyek Tidak Siap Diresmikan

Setelah ditangkap, lanjut Ali, Hasan diamankan di Kejaksaan Negeri Jakarta Utara untuk pengecekan kesehatan, selanjutnya tersangka dibawa ke Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta untuk kebutuhan penyidikan dan penahanan.


"KPK memfasilitasi pencarian DPO sejak menerima permintaan fasilitasi dari Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta pada 16 Maret 2018," terang Ali.

Menurut Ali, pada saat tim lapangan KPK mendapatkan informasi keberadaan DPO Hasan, kemudian berkoordinasi dan Tim Penyidik Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta melakukan penangkapan serta pengamanan kepada tersangka di wilayah hukum DKI Jakarta.

BACA JUGA:
Lili Dihukum Potong Gaji 1 Tahun Gara-gara Tersangka Walikota Tanjungbalai

"Penangkapan DPO tersangka Hasan merupakan bentuk sinergi antara KPK dan Kejaksaan dalam penanganan perkara tindak pidana korupsi. KPK berkomitmen untuk terus meningkatkan implementasi kerja sama antar-APH dalam upaya pemberantasan korupsi," jelasnya.

Penulis: Muhammad Artam

Editor: Admin