Kerah Putih

Kenapa Polisi Periksa Rektor UIN Sumut Jelang Lebaran?

DR Berita
istimewa

Rektor UIN Sumut Prof. Saidurrahman.

DRberita.com | Penyidik tipikor Polda Sumut memeriksa Rektor Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Prof. Saidurrahman, pada Senin 18 Mei 2020.

Pemeriksaan tersebut mendapat tanggapan dari praktisi hukum Joni Sandri Ritonga SH yang dinilainya terlalu berlebihan.

"Kenapa polisi harus memeriksa Rektor UIN Sumut menjelang lebaran (Idul Fitri 1441 Hijriya)? apa tidak ada waktu lain yang lebih tepat?" kata Joni Sandri di Medan, Selasa 19 Mei 2020.

Baca Juga: Pemain PSS Sleman Asal Ukraina Ungkap Mudahnya Dapat Status WNI

"Sepertinya ada pesan terselubung dalam pemeriksaan itu yang mau disampaikan penyidik tipikor Polda Sumut, apalagi status perkaranya masih penyelidikan," sambungnya.


Penyidik tipikor Polda Sumut, menurut Joni, harusnya meningkatkan status penyelidikan menjadi penyidikan. Sehingga Rektor UIN Sumut Prof. Saidurrahman setelah diperiksa dan diumumkan ke publik statusnya menjadi tersangka.

Baca Juga: KPK Dapat Dukungan Warga Untuk Buka Skenario Suap Anggota DPRD Sumut

"Jika polisi benar-benar serius menangani dugaan korupsi pembangunan gedung di UIN Sumut, ini tidak demikian caranya. Langsung saja statusnya tersangka diumumkan ke publik setelah diperiksa. Kan kasusnya sudah lama bergulir di tipikor Polda Sumut," kata Joni.

Menurut Joni, keterangan dari saksi ahli setahunya sudah didapat jauh hari sebelumnya, yaitu pada tahun 2019, yang mengatakan bahwa adanya kerugian negara terjadi dalam proyek gedung di UIN Sumut senilai Rp 45,7 miliar.

"Yang kita tahu, keterangan ahli itu sudah lama didapatkan penyidik tipikor, makanya kita heran kenapa jelang lebaran ini Rektor UIN Sumut diperiksanya, seharusnya sudah dari kemarin-kemarin ini dilakukan. Anehnya lagi tidak ada peningkatan status perkara, dari penyelidikan ke penyidikan, artinya ini belum ada tersangkanya," kata Joni. (art/drb)

Penulis: Arief Tampubolon


Editor: Gambrenk