Kerah Putih

FDD: Kapan Bupati Labura Ditahan

DR Berita
Foto: Istimewa

Maulidi Azizi

DRberita.com | Rekam jejak dugaan korupsi bagi hasil pajak bumi dan bangunan Bupati Labuhanbatu Utara (Labura) Kharuddin Syah Sitorus (KSS) tahun 2013-2015, sudah banyak melalui tahapan.


Mulai dari penyidikan hingga gelar perkara Polda Sumut, dan menjadi saksi di pengadilan tipikor Medan, hingga tersangka KPK kasus suap dana perimbangan tahun 2017-2018.



Ketua Forum Diskusi Daerah (FDD) Labura Maulidi Azizi mempertanyakan sampai kapan Bupati Labura KSS tidak ditahan KPK atau pun Polda Sumut.


Baca Juga :Martuani, Edy dan Irwansyah Tinjau Operasi Yustisi di Lapangan Merdeka Medan


"Apa sebenarnya tahapan-tahapan itu, yang kami tahu kasus ini sudah lama terbuka ke publik. Penegak hukum jangan siksa psikologis KSS dengan statua tersangka. Segera tahan jika memang terbukti korupsi atau suap," ungkap Maulidi Azizi dalam keterangan tertulis, Rabu 16 September 2020.


Menurut Maulidi, Bupati Labura telah merugikan keuangan negara Rp 2,1 miliar tahun 2013-2015. Bupati KSS juga mengaku mendapat bagian 60 persen dan wakil bupati sebesar 40 persen, serta pejabat-pejabat terkait. Uang Rp 545 juta yang terima KSS sudah dikembalikan ke kas Pemkab.



"Pengembalian kerugian negara tidak menghapuskan pidana pelaku," ucapnya.


Jadi, jelang pesta demokrasi Pilkada Serantak 9 Desember 2020, kiranya kejelasan kasus dan statua KSS harus dipertegas oleh penegak hukum.


Baca Juga :Bukan Covid-19, Tersangka Tidur Nyenyak di RS Bhayangkara Medan


FDD Labura hanya inginkan keterbukaan informasi benar-benar dijalankan sesuai Undang Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang keterbukaan informas. Jangan masyarakat bertanya-tanya dan jadi pembicaraan karena tidak adanya kepastian penahanan Bupati Labura.



"Walaupun tidak ditahan, pastikan juga bapak yang terhormat Haji Kharuddin Syah Sitorus ini terbebas dari dugaan korupsi agar beliau dapat tenang menjalankan tugas sebagai kepala daerah," tandas Maulidi Azizi.



art/drb

Penulis: Muhammad Artam

Editor: Bornok