Kerah Putih

BIN Temukan Proyek Dana Desa di Asahan Diduga Asal Jadi

DR Berita
Foto: Istimewa

LSM BIN di Kabupaten Asahan.

DRberita.com | Proyek saluran drainase di Jalan Panglima, Dusun I, Desa Alang Bonbon, Kecamatan Aek Kuasan, Kabupaten Asahan, diduga tidak sesuai dengan bestek serta syarat akan tindak pidana korupsi.


Proyek dengan panjang 800 M tersebut menelan anggaran Rp 307.335.000 bersumber dari Dana Desa, tahun anggaran 2020.


Berdasarkan hasil monitoring LSM Badan Investigasi Nasional (BIN), di lapangan ditemukan beberapa kejanggalan. Di beberapa titik terlihat hasil pengerjaan ada yang ambruk atua rubuh, dari hasil pengerjaan drainase banyak juga yang ditempel seperti didinding maupun topi atas kanan-kiri drainase, lantainya juga tidak disemen, air terkesan tergenang dan tidak mengalir serta pemasangan batu padas yang tidak padat merata sehingga banyak celah yang berlubang, sehingga mengakibatkan bangunan rapuh dan tidak kokoh.



Sekretaris LSM BIN Kabupaten Asahan, Hendra Putra Piliang menilai pengerjaan proyek saluran drainase tersebut diduga syarat akan tindak pidana korupsi mulai dari perencanaan, pelaksanaaan mau pun monitoring oleh Pemdes. Diduga demi meraup keuntungan pribadi maupun sekelompok orang, pengerjaan dinilai asal jadi karena tidak sesuai dengan bestek.


Baca Juga :Pendiri Hima Lubis Minta Gubsu Rotasi Azhar Harahap


"Kita menduga proyek tersebut tidak sesuai antara RAB dengan Juknis, kalau bangunan tidak kokoh serta tidak berfungsi sebagaimana mestinya tentu saja sia-sia dan terkesan hanya buang-buang anggaran. Dalam hal ini masyarakat dan negara lah yang sangat dirugikan, diminta kepada lembaga maupun instansi penegak hukum agar melakukan penyelidikan terkait pengerjaan proyek tersebut," ujar Hendra, Selasa 8 Desember 2020.



Sementara itu, Kepala Desa Alang Bonbon dikonfirmasi melalui WhatsApp mengatakan pekerjaan drainase tersebut masih tanggungjawab kontraktor. "Kalau tentang bangunan, itu masih tanggung jawab pekerjabelum 100 persen," ujarnya.



art/drb

Penulis: Hendra Piliang

Editor: admin