Kerah Putih

Tak Percaya, Alumni Minta Polda Buktikan Dugaan Korupsi UIN Sumut

DR Berita
drberita/istimewa
Gedung kuliah Kampus I UIN Sumut yang jadi objek dugaan korupsi.
DRBerita | Dugaan korupsi di UIN Sumut menjadi perhatian alumni. Mereka tidak percaya sudah terjadi perbuatan 'haram' dibekas kampus tempat mereka menimba ilmu. Polda pun diminta untuk membuktikan tindak pidana korupsi itu.

Alumni UIN Sumut yang tak percaya itu adalah Safruddin Lubis, alumni jurusan syariah. Ia dengan tegas meminta polisi membuktikannya. "Saya tak percaya!" katanya, Sabtu 31 Agustus 2019, di kawasan Jalan Arif Rahman Hakim, Medan.

Diketahui, dugaan korupsi Universitas Islam Negeri (UIN) Sumut yang tengah ditangani Polda Sumut, yaitu penerimaan petugas cleaning service tahun 2019, sebanyak 95 orang dengan gaji Rp 2.528.000 perbulan, sedangkan karyawan celening servis yang bekerja diduga tidak sesuai dengan jumlah yang ditetapkan, diduga hanya 60 orang.

Selanjutnya honor yang ditentukan untuk 95 orang. Perbulannya cleaning service hanya menerima gaji sebesar Rp 1.400.000 dengan dalih masih masa trening selama enam bulan, padahal masa trening diduga tidak ada dalam anggaran.

Menyambut lebaran idul fitri, claening service terima Tunjangan Hari Raya (THR) sebesar Rp 1.300.000 yang seharusnya Rp 2.528.000. Selanjutnya untuk pakaian yang disediakan sesuai anggaran masing-masing 2 set. Namun faktanya hanya 1 set per orang.

Selain itu di tahun 2017 dan 2018 terjadi juga dugaan dimark up diantaranya pengadaan cleaning service indor dan outdor Kampus I dan II dengan nilai pagu Rp 2,7 miliar dengan volume 8 bulan. Pengadaan cleaning service indor dan outdor Kampus I dan II tahun 2018 dengan nilai pagu Rp 3,7 miliar dengan volume 12 bulan.

Kemudian, biaya tamu tahun 2017 untuk tamu Rektor UIN Sumut senilai Rp 1,7 miliar diduga tidak jelas realisasinya. Biaya tamu tahun 2018 untuk tamu Rektor UIN Sumut senilai Rp 1,8 miliar diduga juga tidak jelas realisasinya.

Pembangunan gedung kuliah Kampus II UIN Sumut tahun 2018 sebesar Rp 45.766.730.079 diduga tidak selesai tetapi dibuat selesai 100 persen.

Proyek pembangunan gedung dan pengadaan cleaning service diketahui dikerjakan oleh PT. Yasminta Pilar Utama, beralamat di Jalan Sei Silau No. 80K, Padang Bulan, Selayang I, Medan Selayang, Kota Medan.

Menurut Safruddin, dirinya tidak percaya telah terjadi dugaan tindak pidana korupsi dibekas kampusnya, itu karena UIN Sumut dimpimpin oleh Prof. Saidurrahman.

"Apa mungkin Prof Said mau melakukan yang demikian? Saya kenal beliau. Dia profesor yang memiliki integritas dan sudah teruji. Apalagi saya tahu TP4D Kejaksaan Tinggi Sumuatera Utara, mendapingi pelaksanaan pembangunan gedung kuliah itu. Saya rasa polda salah sasaran, jika benar, saya persilahkan," katanya.

Aktivis 98 ini juga menyesalkan jika benar ada tim khusus yang dibentuk Rektor UIN Sumut untuk mengurusi tim penyidik dalam membuktikan kasus dugaan korupsi yang terjadi. "Heran saja saya, Humas UIN Sumut Yuni mengakui ada tim yang dibentuk untuk mengurusi penanganan kasus, apa mau dikondisikan penyidik Polda Sumut?" tanyanya.

Pria yang akrab disapa Acil Lubis ini berharap Polda Sumut tidak tergiur dengan janji 'uang pergaulan' yang disiapkan oleh tim khsusu tersebut. "Kita tunggu saja hasil kerja Polda," cetusnya. (art/drc)


Penulis: Artam

Editor: admin