Kerah Putih

OTT Walikota Medan, Acil Lubis: KPK jangan berhenti disuap Rp200 juta

DR Berita
drberita/istimewa
Acil Lubis.
DRberita | Aktivis 98 Acil Lubis mengingatkan agar KPK menelusuri keterlibatan anggota dan mantan anggota DPRD Medan, terkait kasus suap Walikota Dzulmi Eldin dan Isa Ansyari.

"KPK jangan berhenti disuap Rp200 juta saja, karena masih banyak lagi suap yang lebih besar terjadi hingga puluhan miliar selama Dzulmi Eldin jadi Walikota Medan," tegas Acil Lubis di Medan, Senin 21 Oktober 2019.

Khusus ke anggota dan mantan anggota DPRD Medan periode 2014-2019, Acil memastikan Walikota Dzulmi Eldin juga melakukan. Suap-suap itu terkait izin pembangunan dan izin papan reklame.

"Selain itu, soal keberangkatan Dzulmi Eldin ke Jepang naik pesawat Jet Get, itu juga ada "uang pendingin" yang beredar," serunya.

Soal pansus reklame hingga hak interpelasi yang gagal dilakukan pada Eldin oleh anggota DPRD Medan, lanjut Acil, sudah jadi rahasis umum ada suap yang terjadi. Ditambah lagi kasus pembelian lahan lapangan barosokai yang menggunakan APBD 2017 sebesar Rp 15,7 miliar dari anggaran Rp 100 miliar. Tetapi pembayarannya dilakukan pada tahun 2018.

"KPK kan sudah menerima juga laporan dugaan suap izin pembangunan gedung podomoro deli city medan dari elemen masyarakat. Itu juga rame cerita suapnya, sampai-sampai pimpinan DPRD Medan turun gunung untuk mengamankannya," terang Acil.

Acil memastikan akan mengawal terus kasus suap Walikota Medan Dzulmi Eldin yang tengah diselediki KPK, hingga menyeret oknum pengusaha, anggota dan mantan anggota DPRD Medan.

"Dalam waktu dekat rencananya kita akan melakukan aksi unjuk rasa di gedung KPK. Semua informasi soal suap Walikota Medan Dzulmi Eldin sudah ada pada kita, daftar nama oknum-oknum yang terlibat juga sudah kita dapati," tandasnya. (art/drc)


Editor: admin