Kerah Putih

Kerja KPK Sia-sia di Asahan, Ini Daftarnya

DR Berita
drberita/istimewa
KPK di RSUD HAMS Kisaran.
DINAMIKARAKYAT - Sampai saat ini Komisi Pemberantsan Korupsi (KPK) belum juga menetapkan status tersangka seorang pun dari kontraktor maupun pejabat Pemkab Asahan, Sumatera Utara, dalam kasus dugaan korupsi pembangunan RSUD HAMS Kisaran yang bersumber BDB Sumut 2013.

Padahal KPK sudah berulang kali datang ke Kabupaten Asahan untuk melakukan pemeriksaan dalam kasus dugaan korupsi tersebut.

Demikian dikatakan Koordinator LSM Sayap Anti Korupsi (SAK) Indra Praja dalam keterangan persnya kepada redaksi drberita.com, Sabtu 13 Juli 2019.

"Saya menilai kerja KPK di Asahan yang berulangkali datang ke Kisaran hanya untuk menghabiskan aggaran, semuanya sia-sia, tidak ada satupun tersangka yang ditetapkan oleh KPK sampai saat ini," ungkapnya.

KPK, kata Indra, 20 Februari 2019, lalu kembali datang ke Kabupaten Asahan bersama tim ahli dari Institut Teknologi Bandung (ITB), untuk proses pengambilan sampel material fisik bangunan RSUD HAMS Kisaran di antaranya melakukan pemeriksaan material dinding, lantai, fondasi, serta sejumlah titik lainnya.

"Kedatangan KPK itu menjadi kedatangan kedua kalinya dalam kaitan proses penyelidikan kasus dugaan korupsi proyek pembangunan gedung VIP RSUD HAMS Kisaran yang menelan anggaran Rp 26 miliar," terangnya.

KPK sebelumnya juga pernah turun pada Rabu 17 November 2018 lalu dalam agenda pemeriksaan saksi-saksi. Di antaranya KPK memeriksa dua mantan pejabat Dinas Kesehatan Asahan yaitu Dr H (mantan Kepala Dinas Kesehatan) dan dr N (mantan Direktur RSU HAMS). Kemudian HR pegawai Dinas PUPR Asahan, di aula Mapolres Asahan.

Peroyek pembangunan RSUD HAMS Kisaran itu anggarannya bersumber dari Bantuan Daerah Bawahan (BDB) Sumut 2013 sebesar Rp 425.662.350.000,00 yang masuk dalam APBD Asahan 2013.

Berikut daftar anggaran RSUD HAMS Kisaran dalam buku APBD Sumut (BDB) 2013;

1. Pembangunan gedung VIP Rumah Sakit Umum Daerah Haji Abdul Manan Simatupang Kisaran, Kecamatan Kisaran Barat, 1 paket x Rp 30.000.000.000.

2. Supervisi dan pengawasan pembangunan gedung VIP Rumah Sakit Umum Daerah Haji Abdul Manan Simatupang Kisaran, Kecamatan Kisaran Barat 1 paket x Rp 450.000.000.

3. Pengadaan transporter stretcher di RSUD Haji Abdul Manan Simatupang Kisaran 1 paket x Rp 1.100.000.000.

4. Pengadaan regulator oksigen di RSUD Haji Abdul Manan Simatupang Kisaran 1 paket x Rp 45.000.000.

5. Pengadaan EKG 3/6 Channel di RSUD Haji Abdul Manan Simatupang Kisaran 1 paket Rp 400.000.000.

6. Pengadaan troly EKG di RSUD Haji Abdul Manan Simatupang Kisaran 1 paket x Rp 90.000.000.

7. Pengadaan food troly di RSUD Haji Abdul Manan Simatupang Kisaran 1 paket x Rp 17.500.000.

8. Pengadaan stetescope di RSUD Haji Abdul Manan Simatupang Kisaran 1 paket x Rp 62.500.000.

9. Pengadaan resusitasi dewasa di RSUD Haji Abdul Manan Simatupang Kisaran 1 paket Rp 37.500.000.

10. Pengadaan tempat tidur 3 crank di RSUD Haji Abdul Manan Simatupang Kisaran 1 paket Rp 222.000.000.

11. Pengadaan ICU Bed Electric di RSUD Haji Abdul Manan Simatupang Kisaran 1 paket x Rp 600.000.000.

12. Pengadaan oksigen central ICU di RSUD Haji Abdul Manan Simatupang Kisaran 1 paket x Rp 200.000.000.

13. Pengadaan Suction Pump di RSUD Haji Abdul Manan Simatupang Kisaran 1 paket x Rp 104.000.000.

14. Pengadaan Patient Monitor (EKG, SPO2, NIBP, HR, Printer) di RSUD Haji Abdul Manan Simatupang Kisaran 1 paket x Rp 750.000.000.

15. Pengadaan Syringe Pump di RSUD Haji Abdul Manan Simatupang Kisaran 1 paket x Rp 400.000.000.

(art/drc)

Penulis: Artam


Editor: admin