Kerah Putih

Azhar Harahap Diduga Terima Fee Proyek Rp300 Juta: Isron Bantah

DR Berita
drberita/istimewa
Bantahan Isron melalui pesan whatapp.
DRberita | Azhar Harahap diduga terima fee Rp300 juta dari proyek Pekerjaan Langsung (PL) Dinas Pertanian Sumut, pada APBD tahun 2019. Dugaan suap itu terjadi sekira bulan Mei 2019.

"Waktu itu Ia (Azhar Harahap) masih Kepala Dinas Pertanian, sebelum bertukar tempat dengan Dahler Lubis. Azhar ke Peternakan, Dahler ke Pertanian. Kan, sekira bulan Juni lalu pelantikan mereka, tukar dinas," ucap sumber di kawasan MMTC Medan, pekan lalu.

Diketahui, Azhar Harahap menjabat Kepala Dinas Pertanian Sumut sejak 2017. Ia menjabat kepala dinas menggantikan Aspan Sofian yang menjadi Plt Kepala Dinas saat itu. Azhar dilantik oleh Gubsu Tengku Erry Nuradi.

Sekira bulan Juni 2019, Azhar Harahap dilantik Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi yang menang Pilgubsu 2019. Azhar oleh Edy dilantik menjadi Kepala Dinas Peternakan Sumut.

Sumber mengatakan, uang Rp300 juta dari fee proyek PL 16 paket itu diduga diterima Azhar Harahap dari seorang tokoh pemuda di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) bernama Isron alias Lobe. "Uangnya diserahkan dalam kantongan plastik," kata sumber.

Isron, kata sumber, adalah orang yang dipercaya Azhar Harahap menjaga rumahnya dan kebunnya di Kabupaten Mandailing Natal. "Melalui si Isron, yang ngerjakan PL nya orang lain. Ya macam perantara gitulah dia, mencari orang yang membayar kerjaan PL itu," papar sumber.

Kepala Dinas Peternakan Sumut Azhar Harahap sampai saat ini belum menjawab konfirmasi dugaan suap Rp300 juta tersebut yang dikirim melalui pesan whatapp nomor 08126354699.

Sementara, akhir pekan 30 November 2019, Isron yang dikonfirmasi melalui pesan whatapp membantah dirinya ada memberi uang kepada Azhar Harahap.

"Jangan percaya dengan info ketua. Maaf, ketua dpt no saya dari siapa? Saya tdk pernah menyetor uang untuk PL," kata Isron. (art/drc)


Editor: admin