Kerah Putih

Acil Lubis: Rektor UIN Sumut sangat berpotensi jadi tersangka

DR Berita
drberita/istimewa
Acil Lubis
DRberita | Aktivis 98 Acil Lubis memprediksi Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara Prof Saidurrahman bisa menjadi tersangka dalam kasus dugaan korupsi dan suap pembangunan gedung kuliah terpadu.

"Rektor UIN Sumut sangat berpotensi jadi tersangka, jika KPK memaksimalkan penyelidikan kasus tersebut," ucap Acil Lubis di Kawasan Ring Road Medan, Selasa 15 Oktober 2019.

Sebelumnya diketahui, sejumlah pejabat Universitas Islam Negeri (UIN) Sumut diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), akhir pekan lalu di Kantor Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, Jalan AH. Nasution. Penyidik KPK berada di Medan selama tiga hari.

Pemeriksaan itu terkait dugaan korupsi dan suap proyek pembangunan gedung kuliah terpadu di kampus UIN Sumut, Jalan Pancing Medan.

Penyidik KPK yang datang ke UIN Sumut, menyita sejumlah dokumen terkait tender pembangunan gedung kuliah terpadu. Sejumlah pejabat pun diperikasa bergilir, mulai bendahara sampai dengan Rektor UIN Sumut.

Masing-masing yang diperiksa, lanjut sumber, Marudut Kasubag Rumah Tangga, Moraluddin Kasubag BMN, Rizki Anggraini staf sekaligus ketua panitia, Syahruddin Siregar Kabag Kepegawaian sekaligus PPK dan Monca Tigabena bendahara UIN Sumut.

Alumni UIN Sumut ini menilai, KPK datang ke bekas kampusnya dengan melakukan penyitaan dokumen pembangunan gedung kuliah terpadu dan pemeriksaan pejabat terkait, sudah pasti memiliki informasi yang akurat dugaan korupsi dan aliran suap yang terjadi.

"Kita yakin jika KPK sudah turun, artinya bidikan sudah mengarah pada pimpinan lembaga yang lagi bermasalah korupsi. Makanya kita memprediksi rektor bisa jadi tersangka dan rekanan yang mengerjakan proyek," sebutnya.

Acil juga berharap, kedatangan KPK yang selama tiga hari di Medan, dapat memberikan kepastian kasus dugaan korupsi dan suap pemabngunan gedung kuliah terpadu UIN Sumut. "Itu harapan kita, KPK membuktikan korupsi dan menetapkan tersangkanya," tandasnya. (art/drb)

Penulis: Artam


Editor: admin