Kerah Putih

9 Saksi Diperiksa Dugaan Korupsi Dana Hibah KNPI Tapsel

DR Berita
Poto: Arief

Kasi Intel Kejari Tapanuli Selatan, Samandhohar Munthe

DRberita.com |Sembilan saksi kasus dugaan korupsi dana hibah Rp 800 juta ke KNPI Kabupaten Tapanuli Selatan tahun 2019, meraton diperiksa Kejaksaan Negeri. Dana hibah tersebut diduga disalahgunakan untuk kegiatan fiktif dan dimark-up.


Namun, Kejari Tapanuli Selatan belum bisa menentukan kerugian keuangan negara dan tersangka dari kasus tersebut, karena masih harus memeriksa beberapa saksi lagi.

"Termasuk Ketua KNPI Tapanuli Selatan periode 2019, Hasrul Aswad Siregar (HAS)," ucap Kasi Intel Kejari Tapanuli Selatan, Samandhohar Munthe, Kamis 23 Desember 2021.

BACA JUGA:
PDIP Minta Kapolrestabes dan Kajari Medan Dicopot

Penyidikan kasus yang diduga menyebabkan kerugian keuangan negara hingga ratusan juta rupiah ini, sesuai dengan Surat Perintah Penyidikan Kejaksaan Negeri Tapanuli Selatan, No. 02/L:35/PD.1/11/2021.


"Kejari juga sudah memeriksa dan memintai keterangan Bendahara KNPI Tapanuli Selatan periode 2019," ujar Samandhohar.


Kesembilan orang yang diperiksa penyidik merupakan pelaksana kegiatan yang menggunakan dana hibah untuk KNPI Tapanuli Selatan, dimana Sekretaris KNPI masa itu sekarang yang menjabat sebagai Bupati Tapanuli Selatan.

Ada lagi kegiatan penanaman bibit dan Lomba Moto Cross jelang Pilkada Tapsel Tahun 2019 di Sirkuit Exalga Parsariran Kecamatan Batangtoru menjelang Pilkada Kabupaten Tapanuli Selatan.

BACA JUGA:
Kado Akhir Tahun Partai Demokrat, PTUN Tolak Gugatan Kubu KLB Moeldoko ke Menkumham

“Dari laporan masyarakat yang kita terima dan hasil penyidikan sementara, ada 14 kegiatan yang dibiayai menggunakan dana hibah itu. Sebagian fiktif dan sebagian dimark-up, di antara kegiatan yang menggunakan dana hibah KNPI Tapanuli Selatan tahun 2019 adalah, kegiatan Pelantikan Kader KNPI Tapsel Tahun 2019," tutup Samandhohar.

Penulis: Arief

Editor: Admin