Kerah Putih

2 Lembaga Intelijen Negara dan BNPT Terikut Konflik TWK Pegawai KPK

DR Berita
Foto: Muhammad Artam

Gedung KPK Merah Putih

DRberita.com | Dua lembaga intelijen negara dan badan teroris terikut dalam pusaran konflik TWK pegawai KPK. Komnas HAM telah melayangkan surat panggilan kepada masing-masing lembaga tersebut.


Kedua lembaga intelijen dan badan teroris yang dipanggil Komnas HAM yaitu Badan Intelijen Negara (BIN), Badan Intelijen Strategis (Bais) TNI, dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).

Baca Juga
Ali: Berkas Perkara Walikota Tanjungbalai Sudah Dinyatakan Lengkap

Komisioner Komnas HAM Choirul Anam mengatakan ketiga instansi itu akan dimintai keterangan terkait konflik tes wawasan kebangsaan (TWK) alis status pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).


"Kami sudah melayangkan surat panggilan juga untuk Bais, untuk BIN, dan untuk pendalaman BNPT," kata Anam saat jumpa pers di kantornya, Selasa 22 Juni 2021.

Baca Juga
PUPR Bangun PLBN Terpadu di Natuna Senilai Rp 133,1 Miliar

Anam tidak menyebutkan kapan waktu pemanggilan terhadap ketiganya, tapi dia berharap semuanya dapat memenuhi panggilan. Anam mengatakan keterangan yang akan digali dari ketiga instansi itu nantinya dapat menentukan hasil rekomendasi Komnas HAM.


"Jadi kami mohon kepada semua pihak untuk datang ke Komnas HAM agar semakin terang informasinya, semakin terang peristiwanya, dan semakin jelas duduk persoalannya. Dan ini ditunggu oleh publik luas, sehingga memang ke depannya akan mudah menentukan ini arahnya mau ke mana rekomendasi dan sebagainya," ujarnya.


Komnas HAM, kata Anam, juga akan meminta keterangan kepada beberapa ahli. Permintaan keterangan kepada para ahli akan dijadwalkan pada pekan depan.

Baca Juga
HMI Dorong Harmonisasi Regulasi Pemanfaatan SDA dan Pembentukan Satgas PETI
Baca Juga
Bank Sumut Kucurkan Kredit Sindikasi Rp 400 Miliar di Proyek Tol Serang Panimbang

"Yang kedua, minggu depan juga kami akan agendakan dengan ahli. Jadi seperti yang kemarin kami bilang, adabackground ahli yang sekarang dinegosiasikan waktunya. Detail soal hukum, detail soal psikologi, dan soal nilai-nilai kebangsaan dan lain sebagainya," tandasnya.



Penulis: Muhammad Artam

Editor: admin