Hukum

Wanita Hamil Gerebek Suami Lagi Mesum di Kos-kosan Jalan Tuasan Medan

DR Berita
Foto: Istimewa

Joni dan Tanti terdiam di atas kasur.

DRberita.com | Tak tahan meihat tingkah suaminya yang senang berselingkuh dengan wanita lain, Wike (23) yang tengah hamil nekat menggerebak suaminya Joni di dalam kamar kos-kosan di Jalan Tuasa, Medan, Minggu 5 Juli 2020 sekira pukul 10.30 WIB malam.

Penggerebekan kamar kos-kosan yang dijadikan lokasi mesum Joni bersama selikuhannya Tanti Pratiwi dilakukan Wike bersama dengan personil Polsek Percut Sei Tuan.


Saat penggerebakan itu, Wike bersama polisi tidak saja menemukan Joni dan Tanti, akan tetapi mereka juga menemukan dua pria dan satu wanita lainnya di dalam kamar kos-kosan tersebut.

Baca Juga: Cerita Dewasa Warnai Sidang Pembunuhan Hakim PN Medan

Wike yang emosi tak tertahankan langsung merepet tak karuan ke Joni dan Tanti (22) warga warga Jalan Bersama, No. 44, Kelurahan Bantan, Kecamatan Medan Tembung.

Sementara tiga temannya Hadi Anto (29) warga Jalan Mayor Indah No. 20, Kelurahan Pulo Brayan, Kecamatan Medan Barat, Iga Rafika Sari (20) warga Jalan Marelan, Lingkungan 3, Pasar 2, Desa Terjun, Kecamatan Medan Marelan, dan Hendri (29) warga Jalan M. Ilyas, Lingkungan 17, Kelurahan Sei Mati, Medan Labuhan, hanya terdiam.


Joni yang tak berkuti hanya terdiam ketika Wike marah-marah. Di sampingnya, Tanti yang tak bisa melarikan diri karena banyak anggota polisi sempat melawan ucapan Wike yang semakin emosi.

Baca Juga: 2 Organisasi Batak Islam Terbesar di Indonesia Rancang Kerjasama Dakwah di Bona Pasogit

Tidak hanya menemukan pasangan mesum di dalam kamar kos-kosan, polisi juga mendapatkan narkoba jenis pil ekstasi dari dalam kantong celana milik Hendri yang disiapkan untuk pesta narkoba.


Kapolsek Percut Sri Tuan, Kompol Otniel Siahaan mengatakan penggerebekan lima orang pasangan mesum dari kamar kos-kosan di Jalan Tuasan, Medan, tidak kuat buktiknya untuk dipidana. Tetapi seorang di antaranya yang memiliki narkoba dijadikan tersangka.

"Seorang saja yang bernama Hendri ditetapkan jadi tersangka kepemilikan narkoba, empat orang lainya kita pulangkan dan hanya kita mintai keterangan sebagai saksi," ucap Otniel di kantornya, Rabu 8 Juli 2020.


(art/drb)

Editor: Gambrenk