Hukum

Walhi Tidak Dapat Hadirkan Saksi Perkara Orangutan di Kebun Binatang PT. NAN

DR Berita
Arief

Ruang sidang sepi 

DRberita.com | Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) tidak dapat menghadirkan saksi ahli dalam perkara Kebun Binatang Mini PT. NAN pada sidangan lanjutan di Pengadilan Negeri (PN) Padangsidimpuan, Selasa 28 September 2021.


Kuasa Hukum Walhi tidak bisa menghadirkan saksi terkait keberadaan Orangutan Sumatera (Pongo Abeli) dalam dakwakan penggugat kepada tergugat PT NAN di Paluta.

Pada persidangan sebelumnya, Kuasa Hukum Walhi berulang kali diberi kesempatan untuk menghadirkan saksi fakta namun tidak pernah hadir sesuai waktu yang terjadwal pada 14 September 2021 dan 21 September 2021.

BACA JUGA:
DPRD Deliserdang Tolak Kerjasama PTPN2 Dengan Ciputra

Sementara, Kuasa Hukum tergugat PT. NAN, Tirta SH dan Ramses Kartago SH dari THOR Law Firm Jakarta, mengatakan rencananya penggugat mau mengajukan Ahli Orangutan Sumatera.

"Apa yang mau diahlikan, sedangkan faktanya barang itu saja tidak jelas dan tidak dapat dibuktikan. Dengan kata lain apa gunanya saksi ahli jika fakta tidak jelas dan tidak dapat dibuktikan dan dihadirkan," ucap Tirtas.


Sesuai dengan pengakuan penggugat pada pemeriksaan setempat, Jumat 17 September 2021 lalu, kata Tirta, bahwa penggugat dalam testimoni dan media cetak mengetahui adanya Orangutan Sumatera di Kebun Binatang milik tergugat PT. NAN.

BACA JUGA:
145 Penggarap Serahkan Lahan Seluas 243 Hektare Untuk Pembangunan Sport Center

Padahal penggugat tidak pernah datang dan tidak pernah melihat langsung Orangutan Sumatera ada di Kebun Binatang Mini milik tergugat PT. NAN.

"Nah, orang yang membuat testimoni atau yang melihat langsung Orangutan Sumatera ada di Kebun Binatang milik tergugat PT. NAN saja tidak bisa dihadirkan sebagai saksi di persidangan, untuk apa saksi ahli," katanya.


Sidang yang dipimpin Majelis Hakim Afrizal Hady, Irpan Hasan Lubis, Husnul Tambunan, bersama Sri Budiwaty Purba panitera PN Padangsidimpuan pun tidak menemukan adanya Orangutan Sumatera di Kebun Binatang Mini milik tergugat seperti yang diperkarakan oleh Walhi.

Penulis: Arief

Editor: Admin