Hukum

Spanduk Binaan Densus 88 Anti Teror Mabes Polri Resahkan Warga Medan

DR Berita
Istimewa

Spanduk dibuka pemilik warung es campur di Kota Medan.

DRberita.com | Spanduk bertuliskan 'Tanah Ini Dikelola Oleh Yayasan Ashabul Kahfi Medan Binaan Densus 88 Anti Teror Mabes Polri' sangat meresahkan warga Kota Medan, Rabu 10 November 2021. Spanduk akhirnya dicopot pemilik rumah.


Spanduk tersebut dipasang oleh sekelompok orang di depan rumah yang dijadikan tempat usaha es campur dan nasi ayam di Jalan Sei Kera 117 I, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Medan Timur.

Ternyata rumah yang dijadikan tempat usaha es campur tersebut masih dalam berpekara.

BACA JUGA:
MA Tolak Gugatan Kelompok KSP Moeldoko, Ini Tanggapan Ketum Partai Demokrat

Kuasa hukum pemilik rumah dan pemilik warung merasa keberatan dengan adanya spanduk tersebut dan meminta kepada pihak kepolisian agar bisa menjaga ketertiban dan kerukunan umat beragama.

"Kita selaku kuasa hukum usaha dagang Es Campur Amo ini, kita pun tidak tahu menahu dengan yayasan yang tertera dalam spanduk itu, dan apa persoalan dengan yayasan yang tertera di spanduk ini. Sepengetahuan kami yang jelas kita tidak ada urusan permasalahan hukum dengan yayasan yang tertera di spanduk tersebut, dalam hal ini klein kami jelas keberatan dengan keberadaan spanduk ini," ucap Budi Utomo SH didpingi rekannya Ferry Suharris SH, dan Suryo Kentjoro SH kepada wartawan, Rabu 10 November 2021 malam.


Agar diketahui pengacara dari pihak lawan, kata Budi Utomo, mereka sempat memberikan surat somasi untuk pengosongan warung yang ditempati kleinnya, dengan alasan tanah yang ditempati kleinnya itu adalah milik seseorang bernama Alfin.


Padahal, lanjut Budi, sesuai dengan keputusan Pengadilan Negeri Medan, yang berperkara dengan kleinnya adalah M. Yakub yang sudah meninggal dunia.


"Bagaimana bisa tanah ini menjadi milik Alfin. Artinya kami selaku kuasa hukum dari pemilik warung es campur akan melakukan upaya hukum pidana ataupun perdata, sehingga ada kepastian hukum," sambung Suryo Kentjoro.

BACA JUGA:
Alternatif Pendanaan Proyek Infrastruktur Nasional

Sebelumnya, pada Rabu siang 10 November 2021, sejumlah orang mendatangi warung Es Campur Amo dan meminta kepada pedagang agar mengosongkan lokasi yang dijadikan tempat usaha. Spontan hal itu membuat pemilik warung terkejut.

Saat itu juga spanduk dipasang di depan rumah uang dijadikan tempat usaha oleh sekelompok orang, sehingga menimbulkan kegaduhan.


Pemilik warung Suryo meminta agar pihak kepolisian dapat membantu dan memberikan jaminan keamanan bagi setiap warga negara, sehingga tidak ada lagi intimidasi dari oknum yang mengatasnamakan Binaan Densus 88 Anti Teror Mabes Polri, terlebih lagi yayasan yang tertera di spanduk tersebut berbunyi Ashabul Kahfi Medan.

Penulis: DR Berita

Editor: Admin