Hukum

Rutan BNN Sumut tak Punya Sipir, 5 Tahanan Lari

DR Berita
Foto: Istimewa

Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sumut Abyadi Siregar saat menyambangi Rumah Tahanan BNN Sumut, Selasa (18/5/21).

DRberita.com | Selain menduga ada faktor kelalaian petugas jaga, kaburnya lima tahanan dari Rumah Tahanan (Rutan) BNN Sumut Cabang Rutan Kelas I Medan, mengindikasikan perlu segera dilakuka perbaikan sistem penjagaan tahanan di BNN.


Hal ini diungkapkan Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sumatera Utara (Sumut) Abyadi Siregar usai melihat kondisi Rutan BNN Sumut Cabang Rutan Kelas I Medan, Selasa 18 Mei 2021.


Kunjungan Ombudsman RI Perwakilan Sumut itu, untuk melihat langsung sistem pengamanan Rutan BNN Sumut Cabang Rutan Kelas I Medan pasca kaburnya lima tahanan dari tahanan tersebut, beberapa hari lalu. Selain ke Rutan BNN Sumut, tim Ombudsman juga melakukan sidak ke tahanan BNN Lubuk Pakam, Deliserdang.


BACA JUGA :Guru Besar STIN: Israel dan Palestina Bukan Urusan Indonesia


Dalam kunjungan ke dua tahanan BNN itu, Abyadi didampingi Kepala Asisten Pemeriksaan James Panggabean dan Ainul Mardiyah. Mereka diterima Kabid Pemberantasan BNN Sumut Kombes Sempana Sitepu dan Kabag Umum BNN Sumut. Sementara di BNN Pakam, tim Ombudsman diterima Kasubag Umum Warianto.



Abyadi mengungkapkan, berdasarkan penjelasan dari BNN Sumut, sebetulnya BNN tidak memiliki petugas yang khusus menjaga tahanan. Sehingga, yang ditugaskan untuk menjaga tahanan adalah para penyidik. "Karena tidak ada petugas yang khusus menjaga tahanan seperti sipir penjara, sehingga ditugaskan para penyidik untuk membantu sebagai penjaga tahanan. Jadi, tugas utama mereka adalah penyidik. Tapi diperbantukan menjaga tahanan," jelas Abyadi.


Jumlahnya pun tidak memadai. Hanya tiga orang. Ketiga orang penyidik yang diperbantukan sebagai penjaga tahanan itu, berbagi tugas. Satu orang tugas siang, dan dua orang lagi tugas malam.


Sistim penjagaan tahanan di BNN ini, menjadi tanda tanya besar bagi tim Ombudsman RI. Sebab, status tahanan di BNN Sumut itu sebetulnya Cabang Rutan Kelas I Medan di bawah naungan Kemenkumham.


BACA JUGA :Pimpinan KPK Respon Pelaporan ke Dewan Pengawas Terkait TWK Pegawai


"Sebagai Cabang Rutan Kelas I Medan, mestinya sipir atau penjaga tahanan di Rutan BNN Sumut itu adalah sipir dari Kemenkumham. Tapi faktanya, tidak ada sipir penjaga tahanan dari Kemenkumham. Sehingga, BNN Sumut memperbantukan para penyidik BNN Sumut sebagai penjaga tahanan," jelas Abyadi Siregar.



Menurutnya, hal ini adalah persoalan yang perlu dievaluasi. "Kalau itu cabang Rutan Kemenkumham, sebaiknya sipirnya itu dari Kemenkumham," katanya.


Karenanya, berangkat dari kasus di Sumut ini, secara nasional menurutnya perlu dilakukan evaluasi sistem penjagaan tahanan di BNN. Sebab, berdasarkan informasi yang diterimanya, rumah tahanan BNN di Indonesia semuanya serupa seperti di Sumut. Bahkan, tahanan BNN Lubuk Pakam, penjaganya adalah security biasa.


"Berangkat dari kasus di Sumut, kita minta agar dilakukan evaluasi total terkait sistem penjagaan tahanan di BNN. Kalau memang BNN yang harus melakukan penjagaan tahanan, berarti perlu dilakukan rekrutmen petugas jaga tahanan di BNN. Tentu jumlahnya harus memadai," kata Abyadi.


Halaman :
Penulis: DR Berita

Editor: admin

Sumber: Rilis