Hukum

Polres Labuhanbatu OTT Ketua LSM, Ini Sebenarnya yang Terjadi

DR Berita
Darrenz Nababan

Bukti surat tanah

DRberita.com | Satreskrim Polres Labuhanbatu melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Julhadi Simanjuntak, Ketua Dewan Pimpinan Cabang Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Penjara Indonesia Kabupaten Labuhanbatu Utara, sabtu, 5 Juni 2021.


Julhadi ditangkap karena dipersangkakan telah melakukan tindak pidana pemerasan terhadap Buyung Ahmad Ansyari Dalimunthe, Kepala Desa Aek Korsik, Kecamatan Aek Kuo, Labuhanbatu Utara (Labura).



Dasar hukum penangkapan ini adalah Laporan Polisi No. LP/1066/VI/SU/SPKT/RES.LBH, tertanggal 5 Juni 2021 atas nama pelapor Mufti Ahmad Dalimunthe, anak kandung Buyung Ahmad Ansyari Dalimunthe.


BACA JUGA :Direktur RSUD Rantauprapat Akan Dipanggil Ombudsman Sumut


Operasi tangkap tangan ini, sontak membuat sejumlah aktivis dari sejumlah LSM bereaksi. Meski banyak yang menyudutkan Julhadi, namun tak sedikit pula yang menunjukkan empatinya untuk melakukan pembelaan, dengan beragam jalan dan cara.


Tiga (3) hari pasca operasi tangkap tangan, Polres Labuhanbatu langsung menggelar konferensi pers. Puluhan wartawan pun hadir untuk meliput acara ini. Tak hanya dilakukan oleh beberapa orang wartawan, bahkan konferensi pers ini pun tampak disiarkan langsung oleh akun facebook pribadi milik Kapolres Labuhanbatu, AKBP Deni Kurniawan.



Dalam konferensi pers ini, AKBP Deni Kurniawan memaparkan, tanggal 28 April 2021 lalu, Julhadi dan dua rekannya mendatangi kantor Kepala Desa Aek Korsik untuk bertemu dengan Buyung Ahmad Ansyari Dalimunthe.


BACA JUGA :Pimpinan KPK Cengeng Seperti Anak Kecil


Disana, Julhadi menuding Mufti Ahmad Dalimunthe telah menguasai sebidang tanah dengan luasan ± 10 hektar tanpa alas hak yang sah. Mereka juga menuding Buyung Ahmad Ansyari Dalimunthe selaku kepala desa bersama anak kandungnya Mufti Ahmad Dalimunthe telah bersekongkol menerbitkan surat keterangan tanah yang saat ini dikelola oleh Mufti Ahmad Dalimunthe dengan menggunakan Koperasi Maju Bersama Sejahtera.


Julhadi mengancam akan melaporkan persoalan penguasaan lahan ini ke pihak berwajib. Ancaman Julhadi ini disebutkan sempat membuat Buyung Ansyari mengalami serangan sakit jantung.



Deni juga menjelaskan, sempat terjadi negosiasi antara Julhadi dan Imransyah Ritonga alias Roya yang diutus oleh Mufti untuk menemuinya di Desa Aek Tapa, 3 Juni 2021. Di sana Julhadi tetap keuhkeuh meminta jatah seluas tiga (3) hektar dari lahan tersebut.


Halaman :
Penulis: Darrenz Nababan

Editor: admin