Hukum

Polres Aceh Tenggara Diminta Tolak Penangguhan Tersangka Penipu Calon Pegawai BUMN

DR Berita
Istimewa
Henry Sianturi SH

DRberita.com | Polres Aceh Tenggara harus menolak penangguhan dr. Lili Hutabarat, tersangka penipuan calon Pegawai BUMN Inalum. Alasanya, agar PNS Dinas Kesehatan Pemkab Toba Samosir (Tobasa) itu jera.


Permintaan tersebut disampaikan kuasa hukum korban Henry Sianturi SH, dan Muara Gading SH di Medan, Rabu 24 November 2021.

"Kita meminta Polres Aceh Tenggara menolak penangguhan itu jika ada permohonana dari pihak tersangka dr. LH," tegasnya.

BACA JUGA:
Pasrah Terima Banjir di Medan, Aktivis 98 Usulkan Bobby Nasution Pakai Pawang Hujan

Menurut Henry SH yang juga Ketua Umum Ikatan Pemuda Sumut Jokowi, tersangka dr. LH adalah istri dari Dirut RSUD Tarutung dr. Janri Nababan.

Tersangka melakukan penipunya terhadap korban Lausma Hutabarat, ibu dari anak yang dijanjikan masuk menjadi pegawai BUMN Inalum di Kualatanjung, Batubara, Sumut, pada tahun 2019, itu dengan meminta uang senilai Rp 497 juta.


Namun ditunggu sampai beberpa lama, janji tersebut tidak terbukti. Korban pun menuntut balik uangnya. Dengan modus mengembalikan uang dengan cek kosong Bank Sumut, tersangka terbukti menipu korban.


"Cek itu dari Bank Sumut, ternyata cek itu kosong yang dikasihnya kepada korban. Sampai saat ini uang klien saya tidak bisa dikembalikannya. Dasar itulah kami buat laporan ke Polres Aceh Tenggara," kata Henry.

BACA JUGA:
Kompolnas Angkat Bicara Terkait Kasus Selingkuh Anggota Polri di Sumut

Henry berharap Polres Aceh Tenggara tetap berkomitmen untuk menuntaskan laporan yang dibuat oleh kliennya Lausma Hutabara hingga berkas tersangka ke persidangan.

"Saya sangat respek dengan kinerja Pores Aceh Tenggara yang sangat cepat menangani laporan korban. Langsung menahan tersangka dr. LH," kata Henry.


Kasat Reskrim Polres Aceh Tenggara AKP Purwanto yang dikonfirmasi membenarkan penahan tersangka dr. Lili Hutabarat. Ia juga memastikan segera memeroses perkara tersebut kepihak kejaksaan.


"Segera lah kita proses ini, secepatnya kita limpahkan ke kejaksaan berkasnya," ucap Purwanto.

Penulis: David Alfath

Editor: Admin