Hukum

Polda Sumut Tangkap Pria Ngaku Anggota BIN Tipu Pengusaha Japanese Thai Massage

DR Berita
Istimewa

Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja dan Kombes Pol Hadi Wahyudi temu pers di Polda Sumut.

DRberita.com | Polda Sumut menangkap penipu yang mengaku anggota BIN atas laporan seorang pengusaha Japanese Thai Massage di Kota Pematangsiantar.


Pria mengaku anggota Badan Intelijen Negara (BIN) bernama Lambas Fredy Siregar warga Pematangsiantar, ditangkap karena mengaku bisa membebaskan paraterapis Japanese Thai Massage yang diamankan Subdit Renakta Ditreskrimsus Polda Sumut.


Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumatera Utara Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja didampingi Kabid Humas Kombes Pol Hadi Wahyudi mengatakan penangakapan tersangka Lambas Fredi Siregar berawal dari kedatangannya ke lokasi terapis di Kota Pematangsiantar.

BACA JUGA:
Herri Dampingi Tondi Serahkan Berkas Dukungan ke DPP Partai Demokrat

"Tersangka datang ke tempat terapis namun tutup. Di lokasi itu ia bertemu kakak salah satu terapis dan menanyakan kenapa tutup. Ternyata tersangka mengetahui kalau terapis itu baru digerebek," ujar Tatan, Selasa 9 November 2021.

Tersangka kemudian berusaha mencari nomor handphone pengusaha terapis bernama Hendi dan akhirnya mendapatkannya. Tersangka pun menghubungi rekannya bernama Irfan dan mempertanyakan adakah kenalan penyidik Poldasu.


"Lambas dan Irfan bersepakat, lalu Lambas menghubungi Hendi. Lambas mengaku kepada Hendi ada yang bisa membebaskan para terapis dari Poldasu," kata Tatan.


Setelah komunikasi dengan Lambas, pemilik terapis kemudian mengirim uang Rp 35 juta ke rekening BCA atas nama Lilis Elisabeth Manullang. Lilis diketahui teman dari Lambas.


"Terjadi pengiriman uang pertama sebesar Rp 30 juta, lalu pengiriman kedua sebesar Rp5 juta. Uang itu untuk biaya operasional para tersangka," ucap Tatan.


Lantaran para terapis yang diamankan Polda Sumut tak kunjung keluar, Hendi pun membuat pengaduan ke Polres Pematangsiantar. "Pemilik terapis meminta penyidik untuk memblokir rekening atas nama Lilis. Ternyata uang yang Rp 30 juta sudah sempat diambil para tersangka dan uangnya sudah dibagikan kepada Irfan dan Lilis," ujar Tatan.

BACA JUGA:
Terpidana Alat Kelamin 8 Bulan Dieksekusi ke Rutan Perempuan Medan

Atas laporan Hendi, kata Tatan, Polda Sumut langsung melakukan pengejaran terhadap tersangka Lambas dan dua rekannya.


"Tersangka Lambas ini dulu pernah bekerja di salah satu bank. Dia ditangkap di kawasan Diski Jalan Medan Binjai. Sedangkan Irfan sebagai supir yang sempat melarikan diri ke Aceh dan ditangkap di Marelan dan Lilis sebagai ibu rumah tangga ditangkap di kawasan Selayang," jelasnya.


Pengusaha Japanese Thai Massage Hendi mengaku saat berkomunikasi dengan tersangka Lambas, ia mengaku sebagai anggota BIN. "Dia mengaku BIN, jadi saya percaya sama dia bisa mengurus para terapis," ucap Hendi.

Penulis: DR Berita

Editor: Admin