Hukum

Penipuan Jual Beli Lembu, Oknum Polisi Dilaporkan ke Polres Labuhanbatu

DR Berita
Darrenz Nababan

Yan Wendi di Polres Labuhanbatu

DRberita.com | Saipul Bahri Hasibuan (36) warga Kelurahan Padang Matinggi Rantauprapat, dilaporkan ke Polres Labuhanbatu.


Saipul yang merupakan anggota kepolisian di Satlantas Polres Labuhanbatu ini dilaporkan karena diduga telah melakukan tindak pidana penipuan dan penggelapan dalam transaksi jual beli lembu antara dirinya dengan pelapor Yan Wendi, warga Jalan Angkatan 66 Aek Kanopan, Labuhanbatu Utara.

Kejadian ini bermula dari Yan Wendi memasang iklan dibeberapa group jual beli di media sosial facebook. Dalam iklan itu, Wendi menawarkan dua pasang lembu. Berawal dari iklan ini, mereka pun mulai berkomunikasi dan sepakat dengan harga lembu.

BACA JUGA:
Ombudsman Minta Manajemen Instalasi Pembibitan Sapi di Palas Transparan

Atas kesepakatan itu, Kamis 30 September 2021, Wendi pun menyuruh tiga pekerjanya untuk mengantarkan empat ekor lembu itu ke Pondok N2 Sigambal, Rantauprapat. Harga yang disepakati saat itu Rp 28 juta untuk keseluruhan lembu.

Masalah pun muncul. Setelah ke empat ekor lembu itu diturunkan, Saipul mengatakan kepada tiga orang suruhan Wendi bahwa pembayaran lembu itu sudah dilakukannya dengan cara transfer melalui M-Banking ke nomor rekening istri Yan Wendi. Pengakuan Saipul, ia mentransfer uang itu sebanyak Rp 16 juta, sangat jauh berbeda dari harga yang disepakati.


Pengakuan Saipul ini pun sontak saja membuat ketiga orang pekerja kaget, karena selama ini dalam pengantaran lembu, mereka tidak pernah menggunakan cara transfer, menerima pembayaran tunai.

BACA JUGA:
Advokat di Medan Yakin JR Yusril Ditolak MA

Merasa ada kejanggalan, Sugianto, salah seorang dari mereka pun menelepon langsung ke Wendi untuk mengkonfirmasi kebenaran dari pengakuan Saipul yang telah membayar dengan cara transfer. Namun hal itu dibantah oleh Wendi, dan mengaku tidak pernah mengirimkan nomor rekening kepada Saipul.


Hal ini sempat membuat suasana di pondok perkebunan itu memanas. Pengakuan Sugianto dan kawan-kawan, mereka sempat diintimidasi oleh Saipul yang didukung oleh puluhan warga di sana. Merasa takut, mereka pun menjauh dari lokasi kandang lembu milik Saipul untuk menunggu kedatangan Yan Wendi yang setelah terjadi keributan ditelepon Sugianto dan memintanya untuk datang.

Setelah Yan Wendi dan istrinya tiba, mereka pun mendatangi Saipul. Situasi yang semula kondusif mendadak mulai ricuh, karena puluhan orang warga tiba-tiba saja sudah memenuhi lokasi dan sempat berteriak-teriak dan membentak-bentak Wendi berserta istri dan pekerjanya. Saipul dan puluhan warga itu tampak bergantian tak henti-henti menyudutkan Yan Wendi dan istrinya.

Halaman :
Penulis: Darrenz Nababan

Editor: Admin