Hukum

Pakar Hukum Pidana: Polisi Tak Mampu Tangkap Pelaku Kejahatan di Perumnas Mandala

DR Berita
Foto: Istimewa

Dr. Jaholden SH, MHum

DRberita.com | Pakar Hukum Pidana Dr. Jaholden SH.MHum angkat bicara terkait maraknya pembongkaran rumah di Perumnas Mandala, Percut Sei Tuan, Deliserdang, Sumut, khususnya di Jalan Murai.



Dosen Pasca Sarjana Universitas HKBP Nommensen ini menilai maraknya pembongkaran rumah khususnya di kawasan Perumnas Mandala, berdasarkan hasil 'Field Research' masyarakat setempat sudah sangat meresahkan. Sementara laporan ke pihak berwajib belum menunjukkan kepuasan pelayanan, meskipun bukti-bukti petunjuk sudah ada, berupa rekaman CCTV pelaku.


BACA JUGAAnggota DPR M. Husni Ingatkan Sampah Plastik Musuh Bersama


Menurut Jaholden, program presisi yang dicanangkan Kapolri Jenderal Listyo Sugit Prabowo, seharusnya penegak hukum menjalankan tugasnya secara profesional sesuai dengan fungsinya demi kepentingan umum sebagaimana yang dimaksud dengan 'Doel Matigheid Beginsel'.



Tidak itu saja, penegak hukum dalam memelihara ketertiban umum dapat mengambil tindakan-tindakan sesuai kewajiban dan tanggung jawabnya demi kepentingan umum atau 'Plicmatigheid beginsel'. Karena, menurut Dosen Pasca Sarjana Universitas Muhammadiyah Medan ini kebijakan pengulangan kejahatan pada hakikatnya adalah merupakan bagian integral dan holistik sebagai upaya perlindungan masyarakat (sosial difence) dan upaya mencapai kesejahteraan masyarakat (sosial welfare).


BACA JUGASurat ke 2 Kadis PU Medan Ancam Pengusaha Botot


"Apalagi di lingkungan Perumnas Mandala khususnya di Jalan Murai sudah ada 3 (tiga) rumah yang menjadi korban kejahatan, antara lain pencurian pembongkaran rumah, sesuai dengan laporan Nomor: STPLP/914/V/2021/SPKT Percut Tanggal 20 Mei 2021, atas nama (AN) Ramadhana Syaputra Kesilaya, dengan kerugian 1 unit sepeda motor NMAX tahun 2018 BK 6731 AIA ditambah perhiasan emas dan uang total kerugiannya Rp 200 juta. Namun sampai sekarang belum ada hasilnya atau perkembangan dari penegak hukum," kata Jaholden.



Kemudian, lanjut Jaholden, pembongkaran rumah, sesuai dengan laporan Nomor: STPLP/997/VI/2021/SPKT Percut atas nama (AN) Aldri, kehilangan sepeda motor dari teras rumah 1 unit jenis Ninja SS BK 4140 XR, kerugian Rp 15 juta. Namun sampai dengan sekarang petugas Polsek Percut Sei Tuan, belum diketahui sejauh mana tindakan yang dilakukan walaupun perbuatan pelaku terekam CCTV.


Halaman :
Penulis: DR Berita

Editor: admin