Hukum

Konsulat RI di Songkla Repatrasi Nelayan asal Aceh Timur

DR Berita
Dokumen Konsulat RI di Songkhla, / Ziko

Foto bersama Konsul RI di Songkhla, Fachry Sulaiman (baju biru) dan nelayan asal Aceh Timur serta otoritas hukum Thailand saat pemulangan ke tanah air, Kamis (9/9/2021) di Bandara Internasional Phuket.

DRberita.com | Konsulat Republik Indonesia di Songkhla, Thailand memulangkan empat Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi nelayan karena masih di bawah umur ke tanah air. Mereka adalah nelayan asal Aceh Timur yang tertangkap di Perairan Phuket, Thailand Selatan.


Konsul RI di Songkhla Fachry Sulaiman, skema repatriasi atau pemulangan WNI ke tanah air secara mandiri. Mereka dilepas Fachry Sulaiman, Kamis (9/9/2021) melalui Bandara Internasional Phuket dengan rute perjalanan Phuket-Singapura-Jakarta.

BACA JUGA:
10 Media Online Digugat: SPRI Sebut Ancaman Kebebasn Pers

"Kita mengkaji faktor Psikologis Saudara Hidayatulah dan memutuskan untuk memulangkan WNI yang berasal dari keluarga tak mampu di kampungnya," kata Fachry Sulaiman kepada wartawan.


Menurut Fachry, empat WNI itu tertangkap bersama 28 nelayan lainnya yang menggunakan KM Rezeki Laos asal Aceh Timur. Para nelayan yang dipulangkan atas nama, Jamian, Muliadi, Muslim Maulana dan M Hidayatullah.

Fachry, para nelayan itu masih berumur 17 dan 18 tahun dan memastikan tes antigen dan tes PCR. Mereka juga dinyatakan dalam keadaan sehat dan layak berangkat melalui bandar udara.

BACA JUGA:
Aktivis 98 Yakin Politik Agama Berakhir Setelah Anies Baswedan Masuk ke Vihara

Dalam penanganan dan penelitian dokumen yang disediakan oleh KRI Songkhla, penegak hukum menemukan empat nelayan WNI berada dalam batas usia di bawah umur, sehingga kasus tersebut ditangani secara terpisah dengan 28 WNI nelayan dewasa, sampai dengan proses pengadilannya di Phuket. Kepada jaksa untuk memulangkan ke-4 WNI nelayan di bawah umur tersebut yang dinyatakan tidak bersalah dan dikembalikan kepada keluarga melalui Perwakilan RI terdekat, berdasarkan keputusan Pengadilan Anak dan Keluarga Provinsi Phuket, ucap Konsul yang senang kesenian ini.



Konsul RI di Songkhla, Fachry Sulaiman saat berdoa bersama Warga Negara Indonesia di bawah umur. / dok. Konsulat RI di Songhkla/ Ziko.

"Empat WNI di bawah umur ini mendapatkan hak atas undang-undang setempat tentang anak dan keluarga. Mulai proses tersingkir, perubahan status penanganan sampai pada akses pendampingan psikologis anak serta diperiksa oleh Pengadilan Anak dan Keluarga. Mereka memberikan kebebasan komunikasi dengan keluarga. Saya juga menghargai atas otoritas hukum Thailand dalam proses kasus di masa Pandemi Covid-19," ujar Fachry.

Penulis: DR Berita

Editor: armand