Hukum

Komnas HAM Respon Laporan Abidan Simanjuntak dan Fredy, Korban Salah Eksekusi

DR Berita
Istimewa

Kantor Komnas HAM

DRberita.com | Komnas HAM merespon kasus dugaan kesalahan esksekusi di Pulo Gebang, Cakung, Jakarta Timur, yang dilakukan oleh Pengadilan Negeri Jakarta Timur, pada Selasa 8 Juni 2021 lalu.

Diketahui, pelaporan terhadap Komnas HAM tersebut dilakukan oleh Abidan Simanjuntak dan Fredy Kurniawan pada Senin 28 juni 2021 lalu, setelah kediaman mereka ikut dieksekusi oleh Pengadilan Negeri Jakarta Timur.

"Kita sudah diundang dan melakukan audiensi hari selasa 13 Juli 2021 sama Komnas HAM," ungkap Abidan dalam siaran pers, Kamis 22 Juli 2021.

Baca Juga :Alumni SMAN 8 Medan Gelar Kurban bersama Dompet Dhuafa Waspada

"Kemaren juga dihubungi lagi sama Komnas HAM, katanya sedang ditangani sama Tim Pemantau," sambungnya.


Abidan berharap agar kejelasan atas hilangnya tempat yang mereka tinggali selama ini mendapat titik terang.


"Sulit kita melawan, kita hanya bisa berharap semoga ada jalan dan jika memang pengadilan salah dalam membuat penetapan maka mohon segera lakukan penggantian," harapnya.

Baca Juga :Humas: Wartawan taik kau!

PN Jaktim melakukan eksekusi sesuai dengan Surat Penetapan No. 09/2020/Eks Jo No. 260/Pdt.G/2015/PN.Jkt.Tim, Jo No. 746/PDT/2017/PT DKI, Jo No. 2525.K/PDT/2019.

Surat penetapan tersebut terbit setelah sebelumnya terjadi saling gugat antara Rahmat dengan Lies Iriani yang kemudian dimenangkan oleh Lies Iriani.


"Soal siapa yang menang dan soal eksekusi kita tidak masalah, tapi yang kita bingung kenapa lahan kita juga ikut di eksekusi, sementara kita tidak ikut berperkara," ungkap Abidan.

Baca Juga :Pengibaran Bendera Putih Itu Masih Terbilang Sangat Sopan dan Santun

Menurut Abidan, yang seharusnya dieksekusi adalah lahan yang sebelumnya diakui sebagai milik Rahmat dan kemudian di jual ke warga.

"Memang rumah kami sangat dekat dengan objek perkara, tapi kami tidak beli sama Rahmat, warga lain juga tau itu," ujarnya.

Halaman :
Penulis: DR Berita

Editor: Admin