Hukum

Jadikan DAS Babura TPS Liar, LKLH Sumut Laporkan JCity Residence ke Poldasu

DR Berita
Istimewa

Sampah JCity Residen di sepadan Sungai Babura.

DRBerita.com | Peristiwa ditemukannya tumpukan sampah oleh Dewan Pengurus Wilayah Lembaga Konservasi Lingkungan Hidup (DPW LKLH Sumut) di sempadan Sungai Babura, diduga dilakukan pengelola JCity Residence.

"Temuan ini pada hari Minggu,29 Agustus 2021 sekitar waktu Dzuhur dan sore hari masih kita sisir lagi ke lokasi, LKLH Sumut menemukan tumpukan sampah menumpuk tepat di pinggir sungai dan sampah itu juga berada di dinding sungai," ungkap Ketua DPW LKLH Sumut Indra Mingka melalui siaran pers, Selasa 31 Agustus 2021.

BACA JUGA:
Imbas Lili Pintauli, KPK Ingatkan Kepala Daerah Hindari Korupsi Terkait Pengisian Jabatan

Indra Mingka bersama rekannya Husni, sebenarnya 2 tahun yang lalu beliau sudah menemukan tumpukan sampah di lokasi Komplek J City Residence, Kelurahan Pangkalan Manshur, Kexamatan Medan Johor, Kota Medan, berada di sempadan Sungai Babara itu dan berharap ke depan ada perubahan untuk tidak buang sampah kesempadan sungai.


"Setelah penemuan itu, kita coba menginformasikan ke Camat Medan Johor Bapak Zul Fakhri Ahmadi, S. Sos dan beliau merespon dengan mengeluarkan Surat No. 660/1433, tanggal 30 Agustus 2021, tujuan Pengelola J City agar menutup Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Liar," katanya.

BACA JUGA:
Azhar Harahap Buat Malu Gubsu, Proyek Tidak Siap Diresmikan

"LKLH Sumut juga menyampaikan tembusan surat laporan pengaduan kepad pihak Manegemen J- City Residence melalui whatsapp bapak Fadly," sambungnya.


Menurut Indra, tujuan surat disampaikan kepada pihak pengelola J City Residence agar mengetahui dan bertanggungjawab, sebab LKLH Sumut mengadukan dugaan tindak pidana pencemaran lingkungan hidup dengan membuang sampah ke kawasan lindung sempadan sungai. Dab perbuatan ini sudah lama di lakukan mereka.

BACA JUGA:
Satgas PPKM Swab Pengunjung Kuliner Pagaruyung Medan

Diketahui, 15 Meter dari DAS menurut aturan Keputusan Presiden No. 32 Tahun 1990 adalah Kawasan Lindung yang harus dilestarikan.

"Kita tunggu saja proses laporan pengaduan yang akan ditangani Aparat Penegak Hukum, Poldasu, Gakkum KLHK, dan PPNS Dinas Lingkungan Hidup Kota Medan. Kita lagi dorong Medan jadi kota bersih sampah, semoga ini jadi perhatian Walikota Medan," kata Indra Mingka.

Penulis: DR Berita

Editor: Admin