Hukum

Gara Gara Arisan Online, Pengacara Dilaporkan ke Polrestabes Medan

DR Berita
Istimewa

Pengacara Yusuf Hanafi Pasaribu SH memperlihatkan somasi RHT berisikan penghinaan ke Nurmala Sari.

DRberita.com | Oknum pengacara RHT dilaporkan oleh pengacara bos arisan online Nurmala Sari, atas dugaan pengancaman dan penghinaan ke Polrestabes Medan, Jumat 20 Agustus 2021.

"Saya sudah laporkan oknum RHT dan MH rekannya ke Polrestabes Medan dengan bukti laporan Nomor: STTP/B/1618/VIII/2021/SPKT/ Polrestabes Medan," ujar Nurmala Sari didampingi Kuasa Hukum Yusuf Hanafi Pasaribu SH kepada wartawan, Jumat 20 Agustus 2021.

Nurmala Sari berharap Polrestabes Medan bisa menindaklanjuti pengaduannya sehingga ditemukan keadilan dan kebenaran.

BACA JUGA:
Saksi Tergugat PT. SNHE Akui Tidak Ada Kesepakatan Poktan Dengan Lobu Sitompul

"Masak seorang pengacara bertindak kasar, melakukan penghinaan dan pengancaman terhadap seorang wanita," katanya.


Sebelumnya, oknum pengacara RHT dan MH yang mengaku sebagai kuasa hukum dari anggota arisan online bernama Intan melakukan somasi ke Nurmala Sari terkait permasalahan di Arisan Online "RM".


Intan dikeluarkan dari keanggotaan Arisan Online "RM" karena tidak mampu membayar uang arisan setelah 9 kali keterlambatan. Dalam aturan arisan online RM, 3 kali nunggak pembayaran bisa dikeluarkan.

BACA JUGA:
2 Tersangka Korupsi Dinas BMBK Sumut Ditahan, Mantan Kepala Dinas 2 Kali Panggilan Tak Datang

Tetapi dalam somasi tersebut, oknum pengacara RHT dan MH seolah-olah dirugikan setelah mentransfer uang ke rekening Nurmala Sari. Padahal Nurmala Sari tidak mengenal MH, kecuali Intan yang saat ini berada di Malaysia. Ketika dipertanyakan, MH oknum pengacara tersebut tidak menjawabnya.

Kemudian Nurmala Sari dan oknum pengacara pernah bertemu membahas penyelesaian. Bahkan Nurmala Sari berharap bisa dipertemukan dengan Intan. Tapi oknum pengacara malah menghardik dan mengancam Nurmala Sari dengan kata kata kasar di hadapan orang banyak.


Tidak cukup sampai di situ, kata Nurmala Sari, oknum pengacara tersebut juga membuat status di media sosial yang merendahkan dirinya sebagai wanita. Bahkan menuding Nurmala Sari "Baluap" dan punya hutang Rp 700 juta.

BACA JUGA:
Jaringan ATM Bank Sumut Bertambah 53 Ribu, Kini Total 220 Ribu Seluruh Indonesia

Menurut Nurmala, tuduhan oknum pengacara tersebut jelas merugikan dirinya sebagai pekerja wedding organizer. Akibat informasi yang tidak benar itu bisa mempengaruhi customer terhadap usahanya.

"Bagaimana jadinya melalui info sesat itu usaha saya hancur," kata wanita beranak satu tinggal di Jalan Setia Luhur Medan.


Oknum prngacara Rustam Hamongan Tambunan (RHT) yang dikonfirmasi melalui ponsel menyatakan pengaduan Nurmala Sari ke Polrestabes Medan hanya trik dirinya untuk menghindar dari tanggung jawabnya kepada Intan yang dirugikan sebagai anggota arisan online.

Penulis: Avid

Editor: Admin