Hukum

Buat Malu, Polisi Larang Wartawan Ambil Gambar Penangkapan

DR Berita
Foto: Muhammad Artam

Situasi depan Kedai Mie Aceh, depan titi Sungai Denai, Jalan Denai Ujung, Medan.

DRberita.com | Aksi sejumlah polisi bergaya koboi atau berpakain preman di Jalan Denai Ujung, membuat lalu lintas jalan menjadi macat. Dua orang terlihat ditangkap, entah apa salahnya sehingga melarang wartawan mengambil gambar, Sabtu 31 Oktober 2020.


Kejadian itu memalukan karena menjadi tontonan warga yang melintas di titi Sungai Denai, persisnya di depan Kedai Mei Aceh.



Dua pria terlihat yang ditangkap oleh 5 orang polisi bergaya koboi atau berpakain preman sambil menggenggam senjata api dan borgol terlihat memaksa meraba tubuh kedua pria yang kebingungan.


Baca Juga :Lagi, Bandar Narkoba Kota Tanjungbalai Ditangkap


Keduanya dipaksa, tubuh dan pakainnya diraba. DRberita yang mengambil gambar dengan handphone dilarang oleh polisi yang terlihat emosi karena tidak menemukan apa yang dicari dari kedua orang yang ditangkap.


Polisi bertubuh sedikit pendek berkulit hitam bercelana pendek warna hitam dan baju kaos juga hitam langsung merampas handphone DRberita, lalu menyuruh temannnya yang lebih muda berambut agak panjang seperti banci untuk menghapus gambar penangkapan 2 pria dari handphone, sambil emosi dan mengacam.



"Jangan macam-macam kau, mau juga kau kami tangkap. Sini hape kau, ini kau hapus seperti ini, jangan kau ganggu kerja kami. Anak mana kau, wartawan mana kau," kata polisi.


"Jangan kau rekam lagi ya, awas kau. Sana kau pergi, jangan di sini kau," sambung seseorang di atas motor metic yang ternya juga polisi.


Baca Juga :Kapolda Tegaskan Bandar Narkoba Tanjungbalai Ditangkap Barang Bukti 2.000 Butir Ekstasi


Sementara, terdengar suara dari 2 orang yang tangkap mengatakan mereka tidak ada membawa narkoba. Namun demikian, polisi terus memaksa dan membawa mereka dengan tangan terborgol.



Ucapan kedua orang yang ditangkap tersebut tidak digubris oleh polisi yang bergaya koboi dan terus menggeledah keduanya dan lalu membawanya naik sepeda motor meninggalkan lokasi bergerak menuju ke arah barat.


Situasi kemacatan depan Kedai Mie Aceh, titi Sungai Denai, Jalan Denai Ujung pun mulai mengurai dan warga sayu persatu meninggalkan lokasi aksi para polisi bergaya koboi tersebut.




art/drb

Penulis: Muhammad Artam

Editor: Gambrenk