Hukum

Balik dari Bareskrim, Polda Sumut Terima Laporan Relawan Bobby Nasution Diancam Bunuh

DR Berita
Istimewa

Rahmadsyah

DRberita.com | Polda Sumut akhirnya menerima laporan Rahmadsyah yang diancam bunuh oleh okum ketua okp, terkait dugaan Rumah Dinas Kepala Rutan Humbang Hasundutan Humbahas di Dolok Sanggul, dijadikan lokasi mesum.

Laporan Rahmadsyah tersebut diterima dengan Surat Tanda Terima Lapor Polisi Nomor: /STTLP/B/1281/VIII/2021/SPKT/POLDA SUMATERA UTARA tanggal 11 Agustus 2021, oleh AIPDA Mardan Syah Putera.


Warga Jalan S. Parman No. 195, Kelurahan Petisah Tengah, Kecamatan Petisah, Kota Medan, yang berprofesi sebagai jurnalis ini telah melaporkan dugaan tindak pidana setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mengirimkan informasi elekronik dan/atau dokumen elektronik yang berisi ancaman kekerasan atau menakut-nakuti yang ditujukan secara pribadi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 29 Undang Undang ITE.

BACA JUGA:
Berkunjung ke Alwashliyah Sumut, Mantan Ketua PBNU Ingatkan Masjid Solusi Penyelesaian Covid-19

Rahmadsyah melaporkan oknum ketua organisasi dengan nomor handphone 0811610600 yang kini dalam proses penyelidikan Polda Sumut.


"Setelah melapor ke LPSK di Jakarta, Bareskrim Polri, dan Dirjen Pemasyarakatan Kemenkumham, sesampainya di Medan, saya langsung melaporkan pengancam diri saya ke Polda Sumut," ujar Rahmadsyah dalam keterangan tertulis, Kamis 12 Agustus 2021.

Rahmadsyah juga mengatakan dirinya mendapatkan rekaman percakapan oknum ketua organisasi dengan Wakil Ketua OKP Kecamatan Medan Petisah untuk menjemput dirinya pada Kamis 1 Juli 2021, terkait dugaan rumah dinas kepala rutan humbahas jadi lokasi mesum.


"Dugaan rumah dinas Karutan Humbahas di Dolok Sanggul yang dijadikan lokasi mesum dengan adanya ditemukan 4 wanita cantik diduga PSK di dalam rumah, saya rasa itu yang menjadi motif pengancaman pembunuhan diri saya, dan itu sudah saya laporkan ke LPSK, Bareskrim Polri, Dirjen Pemasyarakatan Kemenkumham, dan Polda Sumut," kata Rahmadsyah, yang merupakan relawan Bobby Nasution pada Pilkada 9 Desember 2019 lalu.

BACA JUGA:
Sofyan Djalil Temui Gubsu, Masalah Tanah Eks PTPN2 Selesai

Rahmadsyah berharap Polda Sumut segera memanggil dan memeriksa terlapor 0811610600 dan para saksi terkait pengancaman dirinya untuk diusut tuntas.

"Semua bukti remakan percakapan dan pesan whatsapp pengancaman diri saya sudah saya berikan kepada petugas saat melapor, saya berharap Polda Sumut segera menindaklanjuti laporan saya ini," ujarnya.

Penulis: DR Berita

Editor: Admin