Hukum

Atap Sekolah Dicuri dan Mobiler Dirusak, Kepala SDN di Sidimpuan Lapor Polisi

DR Berita
Istimewa

Kondisi sekolah uang atapnya dicuri dan mobilernya dirusak.

Jumlah murid sekolah itu saat ini hanya enam orang. Terdiri dari satu murid Kelas VI bernama Shakty Maulana Lumban Raja. Lima murid Kelas V bernama Juliani Siregar, Muhammad Nafis, Riza Putra Pratama, Ridhoansyah dan Yusup Harahap.


Sementara jumlah guru hanya dua orang ditambah seorang kepala sekolah. Baru baru ini Dinas Pendidikan mengangkat satu orang tenaga honorer sebagai penjaga sekolah.

"Saat ini enam murid dan dua guru itu kita tompangkan di SD Negeri terdekat atau di sekitar Stadion HM. Nurdin. Jaraknya sekitar 1 kilometer dari sekolah ini," jelas Alihot Harahap.

BACA JUGA:
Sidang MK, Presiden: Dewan Pers Hanya Fasilitator

Ditambahkannya, meskipun setiap tahun dibuka penerimaan murid baru, namu tidak ada yang mendaftar. Selama ini murid paling banyak berasal dari Panti Sosial Anak milik Pemerintah Provinsi Sumatera Utara yang ada di Jalan Melati depan Makam Pahlawan.


Kepala sekolah dan guru memaklumi tidak ada orangtua yang menyekolahkan anak di SD itu. Pertama karena bangunan enam ruang kelas serta mobilernya rusak, sering ditemukan binatang berbisa yang datang dari hutan dan semak sekitar sekolah.

BACA JUGA:
BIN Tuntaskan Vaksin 5.500 Dosis 2 di Deliserdang, 4 Ribu Untuk Pelajar

"Kamar mandi tidak berfungsi karena ketiadaan sumber air. Paling utama lagi adalah, Panti Sosial Anak Pemprovsu di Sidimpuan tidak lagi menampung anak usia SD. Selama ini, dari sana murid kita paling banyak," jelas Alihot.

Halaman :
Penulis: DR Berita

Editor: Admin