Hukum

ASN Pemkab Langkat Tipu Kelompok Tani Hingga Rp 80 Juta

DR Berita
Foto: Istimewa

Anggota Poktan Gaharu Indah

DRberita.com | Kelompok Tani (Poktan) Gaharu Indah, di Desa Besilam, Kecamatan Wampu, Langkat, Sumut, merasa tertipu oleh Ardian, ASN Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Langkat, terkait pengurusan program PSR. Akibat ulah Ardian dan rekannya, anggota Poktan Gaharu Indah merugi mencapai Rp 80 juta.


Mewakili 100 anggotanya, Sekretaris Poktan Gaharu Indah, Agus Sucipto menjelaskan awal mereka mengajukan permohonan Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) untuk lahan seluas 400 hektar pada Juni 2019 silam, melalui Ardian.



Namun, sampe sekarang belum ada kepastian, meskipun berkas dan persyaratan dari Dirjenbun sudah dilengkapi. Mirisnya, dalam setiap proses pengurusan PSR, Ardian selalu meminta uang mengatasnamakan Dinas Pertanian dan Ketapang Langkat.


BACA JUGA :AMPG Asahan Harus Mampu Berkontribusi Sukseskan Partai Golkar


Mulai dari administrasi Rp 16 juta, pengambilan kordinat Rp16 juta, scan fotocopy berkas Rp 1,7 juta hingga uang jalan Ardian dan rekannua selama pengurusan PSR mencapai lebih kurang Rp 50 juta.


"Kadang, dalam pengurusan itu Ardian dan rekannya meminta uang Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta, setiap ketemu dengan pengurus poktan. Totalnya diperkirakan mencapai Rp 80 juta. Uang itu belum termasuk biaya pengambilan surat PPKS di Medan, sampai berkas poktan kami lengkap bulan Juni 2020 kemarin," ujar Agus Sucipto.



Ketua Poktan Gaharu Indah, Aji Oktian juga menyampaikan kekecewaannya akibat ulah Ardian dan rekannya. Ia mengatakan ASN Dinas Pertanian dan Ketapang Langkat, itu juga meminta fee 10 persen jika dana PSR dicairkan pemerintah.


"Jika permintaan Ardian Cs itu tak kami turuti, dia mengancam berkas poktan kami tidak diloloskan ke kementerian terkait," kata Aji.



Aji menambahkan, Ardian dan rekannya diduga telah melakukan manipulasi data dengan merahasiakan akun Poktan Gaharu Indah. "Seharusnya kami yang ngelola akun itu untuk unggah berkas yang diperlukan, bukan si Johan temannya Ardian," lanjutnya.


Beberapa hari yang lalu, kata Aji, setelah akun itu mereka terima, dalam akun poktan di website http://program-psr.bpdp.or.id, progres pengurusan PSR sudah sampai tahap lima, dari enam tahap, yakni sudah sampai tahap SK Rekomtek Dirjenbun tertanggal 19 Februari 2021 yang diterbitkan pukul 10.29 WIB. "Tinggal tahap pencairan saja waktu itu," ungkapnya.



Anehnya, pada hari yang sama, progres akun menurun ke tahap ke-dua, yakni ke tahap verifikasi tingkat provinsi yang diterbitkan pukul 14.04 WIB.


BACA JUGA :Pesan Untuk Bobby-Aulia Mimpin Kota Medan


"Kan aneh ini, kenapa progresnya bisa turun ke tahap kedua? Setelah kami tanyakan ke tingkat provinsi, ternyata berkas yang kami ajukan belum masuk dan progres sebelumnya diduga dimanipulasi Ardian dan rekannya," ketusnya.



Pengurus beserta anggota Poktan Gaharu Indah menduga, proses pengurusan PSR yang mereka ajukan berkaitan dengan fee 10 persen, karena hingga saat ini belum mereka penuhi ke Ardian dan rekannya. "Kami berharap penegak hukum menindak tegas dugaan penipuan yang dilakukan Ardian dan rekannya kepada kami," pungkasnya.


Kepala Desa Besilam, Bukit Lembasa Suningrat, berharap pihak terkait dapat membantu warganya yang sedang mengurus PSR.



"Progam yang digalakkan Presiden Jokowi bertujuan untuk kesejahteraan masyarakat. Jadi, tolonglah agar urusan Poktan Gaharu Indah itu bisa segera terwujud," harapnya.


BACA JUGA :Marwan Dasopang: Pengajian non Formal Bagian Terpenting dalam Bingkai Kebangsaan


Sementara, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Langkat Nasiruddin SP dikonfirmasi meminta datang ke kantornya. "Ini kan hari libur, Senin nanti datang saja ke Kantor," pungkasnya.


Penulis: Avid

Editor: admin