Hukum

Aliansi BEM: Polres Asahan Jangan Neko Neko Tangani Kasus 5 Anggota DPRD Labura

DR Berita
Istimewa

Aliansi BEM Asahan

DRberita.com | Aliansi BEM Asahan meminta Polres Asahan bekerja profesional dalam menangani perkara tertangkapnya 5 anggota DPRD Labuhanbatu Utara (Labura) di lokasi karaoke yang positif narkoba.


"Kita meminta Polres Asahan terus mengembang kasus ini sampai ke akar-akarnya dan transparan, jangan ada neko neko dalam penanganan kasus ini," ujar Ketua BEM IAIDU Muhammad Kurniawan bersama Ketua BEM STIEMA Rudi Harianto, dan Ketua BEM STMIK Royal Kisaran Fahrizal Budi dalam keterangan tertulis, Selasa 10 Agustus 2021.

Tidak itu saja, Aliansi BEM Asahan juga meminta Polres Asahan mengembangkan kasus 5 anggota DPRD Labura tersebut sampai ke tingkat pengedar dan bandar narkoba di Kota Kisaran.

Baca Juga:Ihwan Ritonga Ingatkan Dinas Lingkungan Hidup Akan Bahaya Limbah Covid-19

"Sebagai putra kelahiran Labura saya merasa malu dengan adanya anggota DPRD yang tertangkap dugem di lokasi karaoke. Mereka telah memberikan contoh buruk bagi masyarakat," katanya.


Seluruh BEM Asahan meminta agar para ketua partai politik yang anggotanya terlibat segera melakukan pemecatan secara tidak hormat.

Baca Juga:Belawan Mencekam, Ketua Rizalu GP Ansor Medan Diserang Geng Barakuda

"Ketua partai harus memecat anggotanya yang terlibat, ini sudah memalukan dan rasa kepercayaan masyarakat pun sudah hilang. Jangan jangan banyak anggota DPRD Labura yang mengkonsumsi narkoba," kata Kurniawan.


Ketua BEM STMIK Royal Kisaran Fahrizal Budi merasa heran di tengah pandemi Covid-19 yang grafiknya meningkat ke PPKM level 3 di Kabupaten Asahan, justru hotel dan karaoke tetap buka hingga larut malam.

Baca Juga :5 Anggota DPRD Labura Ditangkap Pesta Narkoba Bersama 7 Wanita di Diskotik Kota Asahan

"Bupati Asahan juga harus bertanggungjawab sebagai Ketua Gugus Tugas Covid-19, bisa kebobolan PPKM level 3 dengan kejadian di karaoke tersebut. BEM Asahan mendesak bupati segera mengevaluasi izin usaha hotel dan karaoke, lokasi ditangkapnya 5 anggota DPRD Labura," kata Fahrizal.


"Terungkapnya kasus ini membuktikan bahwa PPKM level 3 di Asahan tidak efektif," sambung Ketua BEM STIEMA Asahan Rudi Harianto.

Penulis: DR Berita

Editor: Admin