Hukum

Abyadi: Jangan Polrestabes Medan turut andil dalam permainan hukum

DR Berita
Istimewa

Abyadi Siregar

DRberita.com | Kepala Ombdusman RI Perwakilan Sumut Abyadi Siregar mengingatkan Polrestabes Medan untuk bersikap objektif melihat konflik lahan keluarga di Kelurahan Sari Rejo Kecamatan Medan Polonia.


Dalam konflik ini, seorang adik bernama Tambi, melaporkan dua orang abang kandungnya bernama Rajin dan Sami ke polisi dengan tuduhan pengerusakan bangunan miliknya. Laporan ini disinyalir sebagai upaya Tambi untuk menguasai lahan keluarga.

"Polrestabes Medan harus objektif melihat perkara ini. Jangan Polrestabes Medan turut andil dalam permainan hukum dengan menakut-nakuti warga yang tak bersalah," kata Abyadi, Jumat 8 Oktober 2021.

BACA JUGA:
Alumni Tidak Terima Menteri Pendidikan Cabut Izin Operasional ITM

Abyadi mengatakan, Sami menyampaikan bahwa sejak 2019 ia telah beberapa kali dipanggil oleh penyidik Sat Reskrim Polrestabes Medan atas laporan pengerusakan yang disampaikan oleh Tambi, sang adik.

Teranyar, panggilan dilayangkan pada 5 Oktober lalu. Rajin dan Sami dilaporkan melakukan pengerusakan bangunan adiknya. Padahal, mereka tidak melakukan pengerusakan melainkan memperbaiki saluran parit rumah ibunya yang ditutup oleh bangunan Tambi yang menguasai lahan keluarga di belakang rumah ibunya.


Lahan tersebut sejatinya saat ini masih berkonflik karena serah terima lahan seluas 472 meter persegi itu tidak ditandatangani oleh seluruh anggota keluarga. "Coba bayangkan bagaimana jika Abyadi Siregar membangun pagar di halaman Polrestabes Medan. Apakah Kapolrestabes marah atau tidak?" katanya.

BACA JUGA:
Tendang Kemaluan Pacar Giovanni Dituntut 9 Bulan

Sementara itu, Sami mengungkapkan, pada 29 Mei 2019 lalu, ibunya almarhum Kogilembal meminta tolong kepadanya memanggil tukang untuk membuka jalur parit yang ditutup oleh Tambi. Ia melihat rumah ibunya sudah dihimpit oleh bangunan Tambi. Bahkan, pintu belakang rumahnya sudah ditutup oleh rumah Tambi. Ia lalu memanggil tukang, yang kemudian membuka jalur parit.


Beberapa hari kemudian, ternyata Rajin dan Sami dilaporkan Tambi ke polisi dengan tuduhan pengerusakan bangunan. Laporan itu diketahui tertuang dalam Nomor: LP/1187/VI/2019/SPKT Restabes Medan tanggal 1 Juni 2019.

"Bangunan apa yang kami rusak? Tidak ada. Tukang yang kami suruh hanya memperbaiki saluran parit di lahan rumah ibu kami," kata Sami.

BACA JUGA:
Calon Ketua DPD Partai Demokrat Sumut Harus Mampu Satukan Semua Kader

Laporan ke polisi ini menurutnya merupakan rentetan konflik antara ia dan adiknya. Rajin dan Sami yang tidak menandatangani surat waris dari ibu ke Tambi. "Dia (Tambi) ingin menguasai lahan itu seluruhnya makanya dia takut-takuti kami dengan laporan polisi supaya mau menuruti ambisinya untuk menguasai," tandasnya.

Penulis: DR Berita

Editor: Admin