Hukum

Sidang Pengendalian Narkoba dari Lapas Medan: Barang Bukti Sabu 25 Kg

DR Berita
drberita/istimewa
Terdakwa sabu 25 Kg.
DINAMIKARAKYAT - Pengadilan Negeri Medan menggelar sidang perdana kasus pengendalian narkoba dari dalam Lapas Klas IA Tanjung Gusta Medan, dengan barang bukti sabu seberat 25 kilogram.

Sidang pengendalian narkoba itu dengan terpidana mati Togiman alias Toge seberat 25 Kilogram dari dalam lapas, Kamis 5 Oktober 2017.

Dalam dakwaan dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU)‎ Dewi T, kelima terdakwa diamankan petugas BNN di Jalan Gatot Suboroto, Medan, tidak jauh dari Pool Bus Kurnia, Minggu 14 Mei 2017.

Untuk mengelabui petugas BNN, para terdakwa menyimpan sabu asal Malaysia itu di dalam kotak fiber pendingin ikan warna biru dan diangkut menggunakan mobil pick-up dengan nomor polisi BK 9615 CM.

"Sekitar 3 meter mobil pick-up bergerak dari Pool bus Kurnia, penyidik BNN menghentikan laju mobil dan memeriksa barangan bawa dan ditemukan 25 bungkus plastik. Setelah dicek di lobotorium BNN, serbuk keristal putih itu adalah sabu," ungkap Dewi di hadapan majelis hakim diketuai oleh Syaidin Bagaria‎.

Dalam kasus ini, Dewi menjelaskan bahwa Toge merupakan orang yang memesan serbuk mematikan itu dari Ayum seorang bandar narkoba asal Malaysia, yang diseludupkan dari pelabuhan tikus di Aceh. Selanjutnya, dari Aceh dibawa ke Medan untuk dijual dan diedarkan.

Kemudian, Thomson Hutabarat merupakan narapidana menjalani hukuman di Lapas Tanjung Gusta Medan, atas kasus yang sama dan berperan sebagai orang yang mencari pembeli sabu.

"Dengan kode '68' Toge dan Thomson menggunakan handpone berkomunikasi dengan terdakwa lainnya," jelas Jaksa wanita itu.

Pada hari penangkapan, Toge terus menelpon para terdakwa lainnya. Namun, tidak diangkat. Dewi mengungkapkan Toge curiga. Kemudian, Toge menghancurkan handpone dan sim card miliknya serta membuangnya ke dalam tong sampah di Lapas Tanjung Gusta Medan.

"Toge juga menyuruh Thomson untuk menghancurkan handponenya. Thomson juga menghancurkan dan membuang sim card nya," jelasnya.

Kemudian, Toge dan Thomson dijemput oleh petugas BNN dari Lapas Tanjung Gusta Medan dan diterbangkan ke Jakarta untuk proses penyidikan dan proses hukum.

Atas perbuatannya Toge cs dijerat dengan Pasal 114 ayat 2 dan 112 ayat 2 ‎UU RI No 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman maksimal, hukuman mati.

Usai mendengarkan dakwaan, kuasa hukum Toge tidak mengajukan nota keberatan dakwaan (eksepsi) sehingga Majelis Hakim menginstruksi JPU untuk langsung menghadirkan para saksi pada sidang selanjutnya, Rabu 11 oktober 2017 mendatang.‎ (art/drc)

Editor: admin